<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236</id><updated>2011-04-22T02:08:20.099+07:00</updated><category term='bahasa kalbu'/><category term='Artikel Pendidikan'/><category term='kurban_artikel'/><category term='dunia dan politik'/><category term='pendidikan'/><category term='corat-coret'/><category term='pendidikan_artikel'/><category term='wanita dan dunianya'/><title type='text'>TAMAN_SURGA</title><subtitle type='html'>Dimana keindahan bukan hanya sekedar kata.....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-8157412085060514277</id><published>2009-05-13T00:01:00.002+07:00</published><updated>2009-05-13T00:01:00.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat-coret'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;MERESPON FATWA MUI TENTANG HARAMNYA ROKOK DAN REAKSI BERBAGAI KALANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan pribadi)&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on down" style="display: block;" id="formatbar_JustifyCenter" title="Rata Tengah" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 11);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Tengah" class="gl_align_center" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;By: Raudlah el Jannah Raheem Ulhaque S.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, mui dalam sidang ijtima’ di padang panjang mengeluarkan fatwa yang cukup controversial dan cukup berani yaitu haramnya merokok. Tentu hal ini cukup controversial, mengingat hal ini menyangkut keterlibatan berbagai kalangan masyarakat yang terlibat dengan rokok merokok itu sendiri, mulai dari masyarakat kalangan individu (yaitu para perokok itu sendiri dan pribadi yang sangat amat terganggu dengan asap rokok ) sampai kalangan masyarakat dari kelompok yang cukup besar ( para pengusaha rokok dan bahan baku rokok, serta para pekerja yang bekerja di sector yang berhubungan dengan rokok itu sendiri: karyawan pabrik rokok, buruh linting, buruh tani tembakau dll.). sehingga wajar kalau fatwa tersebut menuai berbagai komentar, dari yang mendukung dan membenarkan, sampai yang mengecam bahkan marah dan menyalahkan. Hal ini tentu tak lepas dari berbagai kepentingan yang melatarbelakangi komentar berbagai kalangan masyarakat dan kaitan antara komentator dengan rokok itu sendiri. Karena itu, begitu fatwa mui tersebut dikeluarkan dan seorang teman dekat menyuruh saya untuk menulis sepatah dua patah catatan terkait fatwa mui tersebut di atas, saya tidak langsung mengiyakan, karena saya masih memperhatikan perkembangan keadaan dan komentar dari berbagai kalangan terkait fatwa mui itu sendiri. Dan benar saja, tak lama setelah fatwa mui tersebut dikeluarkan, muncullah komentar dari berbagai kalangan mulai dari komentar yang mendukung, bahkan yang mengecam fatwa tersebut. Yang tak kalah menarik, komentar yang menentang fatwa tersebut bahkan muncul dari kalangan beberapa orang ulama’ sendiri (yang dalam bahasa masyarakat kita disebut kyai), yang notabene menjadi rujukan masyarakat dalam urusan agama.&lt;br /&gt;Saya pribadi disini bukanlah siapa-siapa, dan tidak punya kepentingan apapun dengan rokok merokok. Saya bukan perokok, bukan pemilik pabrik rokok atau juragan tembakau, bukan pula karyawan yang bekerja di pabrik rokok. saya hanya seseorang yang secara pribadi selama ini merasa sangat terganggu dan sangat tidak nyaman dengan asap rokok. Juga seseorang yang secara pribadi merasa prihatin dengan perilaku para generasi muda bangsa ini (para pelajar khususnya) yang tanpa rasa berdosa membelanjakan uang hasil jerih payah orang tua mereka yang sebenarnya ditujukan untuk menunjang prestasi belajar mereka, tetapi dipakai untuk membeli sebatang rokok. Karena didasari pertimbangan inilah saya tertarik untuk membuat catatan kecil ini. Ini bukan sebuah ijtihad (karena saya bukanlah seorang alim yang menguasai ilmu agama dan layak menjadi mujtahid), saya hanya seorang yang jahil yang mencoba tak pernah berhenti belajar meski harus berlomba dengan usia. Dan ini hanyalah sebuah pendapat yang lahir dari segala keterbatasan ilmu saya.&lt;br /&gt;Rokok merokok sebetulnya memang sudah diperdebatkan tentang status hukumnya sejak lama. Dikalangan para ulama’ terdahulu sendiri terdapat perbedaan tentang hukum rokok itu sendiri. Perbedaan hukum ini terjadi dikarenakan dalam dalil Naqli (al-Quran dan Hadis Nabi) tidak terdapat dalil yang secara shorih (jelas) menyebutkan hukum merokok sehingga di perlukan dasar hukum lain untuk menetapkan status hukumnya. Dan dasar hukum tersebut diantaranya adalah ijtihad para ulama’. Dan tentu saja, sebagai produk hukum buatan manusia, hukum tersebut tidak mutlak kebenarannya. Sebagaimana perkataan ulama’ ahli ijtihad itu sendiri, hasil ijtihad mereka mengandung kemungkinan benar dan kemungkinan salah. Imam syafii sendiri pernah mengatakan : hasil ijtihad saya ini mengandung kemungkinan benar dan kemungkinan salah dan begitu juga hasil ijtihad ulama’ yang lain yang bertentangan dengan saya juga mengandung kemungkinan benar dan kemungkinan salah. Demikian menurut imam syafii.&lt;br /&gt;Merokok, hokum asalnya adalah mubah sebagaimana kaidah ushul yang mengatakan al-ashlu fil asyyaa’ ibahah (hokum asal segala sesuatu adalah mubah), kemudian hokum mubah segala sesuatu ini bisa berubah dan meningkat sesuai dengan sebab dan akibat yang di timbulkannya apakah sesuatu itu  mendatangkan kebaikan dan hikmah ataukah malah akan menimbulkan kerusakan dan keburukan baik bagi pribadi maupun masyarakat (maslahah atau mudlorot atau mafsadat). Berdasarkan maslahah dan mudlorot atau mafsadat inilah hokum syari’at ditetapkan baik yang bersifat langsung dari wahyu ataupun dari hasil ijtihad manusia. Karena itulah, pada mulanya para ulama’ ahli ijtihad menetapkan hokum merokok adalah makruh, yaitu boleh dilakukan tapi dibenci Allah. Hokum makruh ini ditetapkan bukan tanpa alasan, tetapi untuk memberi pengertian kepada perokok bahwa walaupun tidak ada dalil qath’I dalam nash yang menjelaskan keharaman merokok, tapi yang harus diketahui adalah merokok merugikan diri sendiri karena tidak baik untuk kesehatan. Tentu saja hokum ini tidak berhenti sampai disini, ketika suatu ketika didapati alasan yang lebih kuat tentang akibat negative dari merokok yang ternyata tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga merugikan lingkungan sekitar termasuk orang-orang yang tidak merokok yang merasa terganggu dengan asap rokok atau efek negative merokok pada kalangan anak-anak dan remaja, maka disini berlaku juga kaidah ushul fiqih dar’ul mafasid wa jalbul mashalih (menolak kerusakan dengan menggantinya dengan kebaikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan kecil tentang tulisan ini...)&lt;br /&gt;tulisan ini basi yah..??? hehe..jelas aja, karena tulisan ini di buat tepat pada hari jumat tanggal 06 februari 2009 lalu saat gencar-gencarnya fatwa MUI tentang rokok dan golput itu.,sayangnya saya ini menulis tergantung mood,jadi waktu lagi bad mood tulisan yang kubuat gak selesai-selesai. sayang sih sebenarnya, tapi mau gimana lagi lha wong waktu bad mood itu pikirannya jadi buntu gak mau jalan, jadi gak tau apa yang mau ditulis..oya, sebenarnya tulisan ini belum selesai juga, tapi waktu kulihat blogku kosong selama berbulan-bulan, yah tulisan yang belum selesai inilah yang "terpaksa" ku posting..untuk pembaca semuanya..selain meminta maaf apabila ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya ini, juga jangan lupa komentarnya yah..siapa tau komentar anda menjadi pemacu semangat saya dalam menulis..maklum, cita-cita jadi jurnalis tinggal angan-angan, sekarang fokus jadi pendidik generasi penerus bangsa..sama-sama pekerjaan mulia kan..???&lt;br /&gt;terakhir...terima kasih telah mengunjungi blog yang sederhana ini..semoga bermanfaat yah...save our world today..apapun yang terjadi dalam hidup kita, jadikanlah hidup kita bermanfaat bagi kita sendiri dan bagi sesama...Peace...!!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-8157412085060514277?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/8157412085060514277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=8157412085060514277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/8157412085060514277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/8157412085060514277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2009/05/merespon-fatwa-mui-tentang-haramnya.html' title=''/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-6427068694621239386</id><published>2009-02-23T14:12:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T14:15:40.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>PENDIDIK, TANGGUNG JAWAB DAN  PROFESIONALISME DALAM MENDIDIK: Sebuah Dilema Pendidik Masa Kini</title><content type='html'>Oleh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raudlah el Jannah Raheem Ulhaque S.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru, sebagaimana pameo lama, adalah sosok yang di gugu dan di tiru, guru adalah sebagai orang tua kedua bagi anak didiknya. Karena itu, sebelum memberikan ilmunya, yang pertama harus dilakukan oleh guru adalah menganggap anak didiknya sebagai anak sendiri. Agar timbul rasa belas kasih dan kasih sayang yang tulus dalam mengajar, sehingga guru ikhlas dalam mengajarkan ilmunya karena tanggung jawab dan perhatian, bukan hanya karena materi dan mengharap imbalan.&lt;br /&gt;Sebagai seorang pendidik, guru mempunyai tanggung jawab yang sangat besar terhadap hasil didikannya. Kita semua tahu bahwa para orang tua menitipkan dan mempercayakan anaknya pada lembaga pendidikan baik sekolah maupun pesantren (formal dan informal) adalah agar sang anak menjadi pribadi yang bukan hanya pandai dari segi intelektual, melainkan juga cerdas secara moral dan spriritual alias menjadi orang yang pintar, baik dan berbudi. Tentu sebagai tenaga pendidik, guru seharusnya memiliki kemampuan untuk itu, yang dilakukan dengan cara professional sesuai dengan kaidah paedagogie atau kaidah didaktik.&lt;br /&gt;Dalam dunia didaktik atau pendidikan, sebagian para ahli pendidikan membedakan antara pendidikan dan pengajaran, meskipun keduanya sangat sulit dipisahkan, akan tetapi, memang terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara makna kedua istilah tersebut. Pengajaran,  menurut kamus besar bahasa Indonesia (1991) berasal dari kata “ajar”, artinya petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui atau diturut. Kata “mengajar” berarti memberi pelajaran. Berdasarkan arti-arti ini, kemudian kamus besar bahasa Indonesia itu mengartikan pengajaran sebagai “Proses perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan. Berdasarkan pengertian ini, pengajaran adalah kegiatan menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar ia menerima dan menguasai  materi pelajaran tersebut, atau dengan kata lain agar siswa tersebut memiliki ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Sedangkan pendidikan, dalam pengertian yang agak luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam pengertian yang luas dan representatif (mewakili atau mencerminkan segala segi), pendidikan ialah seluruh tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan perilaku-perilaku manusia dan juga proses penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan. &lt;br /&gt;Sebagian orang memahami arti pendidikan sebagai pengajaran, karena pendidikan pada umumnya selalu membutuhkan pengajaran. Pemahaman ini memang tidak sepenuhnya salah, karena pengajaran boleh jadi tidak sama persis dengan pendidikan, tetapi tidak berarti diantara keduanya terdapat jurang pemisah yang mengakibatkan timbulnya perbedaan yang mencolok. Pendidikan juga boleh dipandang lebih utama daripada pengajaran, dalam arti sebagai konsep ideal (sebagai landasan hukum). Namun, sulit dipercaya  apabila ada sebuah sistem pendidikan dapat berjalan tanpa pengajaran. Intinya, seperti yang diungkapkan dosen penguji dalam sidang skripsi saya, pengajaran membuat seseorang menjadi pintar, sedangkan pendidikan membuat seseorang menjadi benar. Ini karena pengajaran hanya mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada murid, sedangkan pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga disertai dengan penekanan agar murid mengaplikasikan ilmu pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan tidak bertentangan dengan norma.&lt;br /&gt;Dalam mendidik, tentu setiap guru memiliki cara dan metodenya sendiri, yang tujuan utamanya adalah agar ilmu pengetahuan yang di transfer dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh semua anak didiknya. Karena itu, dalam menggunakan metode harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak didik. Contoh kecilnya adalah, seorang pendidik yang mengajar di tempat yang terpencil dimana sarana dan prasarana yang ada kurang memadai, tentu media yang digunakan dalam mengajarpun terbatas, sehingga dibutuhkan metode yang menarik minat siswa dalam pelajaran, untuk pelajaran Ilmu pengetahuan alam, misalnya, guru dapat langsung menggunakan segala yang terdapat di alam sekitar yang sesuai dengan materi yang disampaikan sebagai media atau alat bantu. Tentu dibutuhkan kreatifitas dan keahlian guru dalam mengatasi masalah seperti diatas.&lt;br /&gt;Begitu besar dan beratnya tanggung jawab yang dipikul oleh seorang guru dalam mendidik dan mencerdaskan anak didiknya, sehingga seringkali karena beban tersebut guru melakukan segala cara yang memungkinkan diterimanya ilmu yang diajarkannya dengan baik oleh anak didiknya, walaupun seringkali cara-cara yang dilakukan guru tersebut kurang tepat, bahkan bertentangan dengan kaidah paedagogie itu sendiri. Akan tetapi, dikarenakan setiap kemampuan anak didik tidak sama, menyebabkan timbulnya problem tersendiri bagi seorang guru dalam mendidik siswa. Sehingga terkadang sebagai manusia biasa, guru merasa putus asa dan kehilangan kesabaran hingga timbul aksi kekerasan terhadap siswa, baik kekerasan secara verbal, maupun secara fisik. Pada dasarnya, aksi kekerasan guru terhadap murid tidak terlepas dari bentuk pendidikan yang ingin dicapai oleh guru itu sendiri. Akibat kemampuan siswa dalam menangkap pelajaran yang beragam, ada yang cepat tangkap alias cerdas, ada juga yang lambat dalam menerima pelajaran (ini bisa diakibatkan oleh tingkat kecerdasan siswa yang memang rata-rata bahkan rendah, atau karena perilaku siswa dalam kelas yang menyimpang, seperti tidak memperhatikan saat guru menerangkan pelajaran), Acapkali guru beranggapan dan berharap bahwa ketika dengan cara biasa siswa tidak dapat menangkap pelajaran dengan baik, mungkin dengan cara yang tegas, agak keras bahkan keras diharapkan oleh guru bahwa siswanya akan menunjukkan suatu perubahan sikap (perilaku) maupun hasil belajar (prestasi) yang lebih baik. Dari sini kita dapati bahwa seringkali bentuk kekerasan guru terhadap siswa adalah sebagai bentuk usaha terakhir guru, dalam menyampaikan pendidikan. Walaupun dalam bentuk dan situasi yang bagaimanapun, suatu bentuk kekerasan guru terhadap siswa itu bertentangan dengan kaidah pendidikan modern itu sendiri, terutama berkaitan dengan pertimbangan kejiwaan (psikologis) anak didik. Walaupun hampir seluruh guru menyadari hal ini, akan tetapi keadaan dilapangan, ditambah mungkin kondisi psikologis dari guru itu sendiri menyebabkan hilangnya control diri (self control) yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru hingga menimbulkan tindak kekerasan terhadap siswa.&lt;br /&gt;Berbagai bentuk kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa seperti yang terungkap di berbagai media baru-baru ini, sebenarnya menunjukkan tidak adanya sinergitas yang baik antara orang tua siswa (wali murid) dengan guru. Seringkali dalam setiap tindak kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa, guru tidak sepenuhnya dapat dipersalahkan. Orang tua sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak juga memegang peran yang sangat penting dalam pendidikan anak, terutama sebagai penunjang prestasi belajar dan sebagai tauladan dalam bertingkah laku (pendidikan moral dan akhlak), memang ada pepatah yang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Akan tetapi perlu ditegaskan bahwa guru disini adalah bukan melulu pendidik dilingkungan pendidikan formal (sekolah) melainkan juga guru pertama dan utama dalam pendidikan dan perkembangan kepribadian anak dilingkungan keluarga yaitu orang tua. Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, tempat dimana anak belajar tentang segala hal yang baru dia ketahui dalam hidupnya. Sebagaimana kita ketahui, bahwa sebelum mengenal lingkungan luar yang lebih luas semacam sekolah, anak terlebih dulu hidup dan berinteraksi dilingkungan yang lebih sempit yaitu komunitas keluarga, terutama dalam hal ini orang tua.&lt;br /&gt; Pengalaman saya dalam mendidik anak mulai dari tingkat usia pra sekolah (TK usia 3-5 tahun ), juga usia sekolah dasar (SD usia 6-12 tahun) dimana pada masa-masa ini perkembangan kepribadian dan kecerdasan intelektual sedang terbentuk, menunjukkan bahwa orang tua memegang peranan yang sangat amat penting. Walau bagaimanapun saya berusaha mengajarkan kepada mereka tentang akhlak dan tatakrama, juga disiplin dalam belajar dan ibadah, namun tetap saja saya sebagai guru memiliki keterbatasan waktu dan tempat (kesempatan) bersama mereka. Sebenarnya, pengajaran dan pendidikan dari orang tualah yang paling berpengaruh pada pembentukan kepribadian mereka. Karena orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Sebelum anak-anak mengidolakan dan meniru tingkah laku orang lain, terlebih dahulu, anak-anak mengidolakan dan meniru tingkah laku orang tua mereka. Jadi, ketika saya mengajarkan kepada mereka tentang sikap yang lemah lembut dan penuh kasih, ajaran saya akan langsung menguap begitu mereka menyaksikan orang tuanya bersikap keras dan berkata –kata kasar terhadap orang lain. &lt;br /&gt;Tak peduli seberapa kerasnya saya mengajarkan kebaikan dan akhlakul karimah pada anak didik saya, hal itu tidak akan pernah mereka amalkan dalam perilaku mereka selagi hal itu tidak mereka dapati dari orang tua mereka. Hingga akhirnya, seringkali saya kehabisan kesabaran dan mulai menerapkan cara yang agak keras seperti ancaman, hukuman mulai dari non fisik (berdiri dengan satu kaki selama 10 menit, atau system pengurangan medali/poin) dan fisik (seperti memukul kaki/ betis mereka dengan hanger). Tetap saja hal yang saya lakukan sia-sia, karena mereka tidak mendapatkan pengajaran yang sama dari orang tua mereka. Karena itu, ketika mendapati pendidik yang memberikan hukuman fisik pada anak didiknya (yang dalam bahasa orang tua disebut kekerasan ), saya teringat pada pengalaman saya pribadi, sehingga saya tidak sepenuhnya menyalahkan guru tersebut. Akan tetapi, sebagai pendidik, saya juga tidak dapat membenarkan adanya tindak kekerasan verbal yang dilakukan guru (seperti menghina siswa, menghardik dan membentak dengan kata-kata kasar) maupun hukuman fisik yang berlebihan yang dilakukan oleh guru seperti menempeleng siswa, menjitak bagian kepala, menendang, menjewer telinga atau mencubit sampai berdarah. Karena hukuman fisik yang diperkenankan menurut saya pribadi sebatas pada fisik bagian bawah (betis) dan itupun tentu ada batasannya dan kalau memang kesalahan sudah tidak bisa di tolerir, jangan sampai hukuman itu adalah hukuman yang menyakitkan, karena apapun bentuknya, hukuman fisik sejatinya tidak akan membantu siswa menjadi lebih baik, selain tidak diperbolehkan dalam dunia pendidikan. Walaupun dalam pendidikan islam sendiri juga dikenal adanya hukuman fisik dalam mendidik disiplin beragama sebagaima sabda rasulullah saw, “didiklah anak-anakmu untuk (disiplin) mengerjakan sholat sejak usia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila tidak mendirikan sholat setelah berusia sepuluh tahun”. Walaupun ada hukuman fisik dalam hadis tersebut, tentu maksudnya adalah suatu bentuk pembelajaran, dan bukan hukuman yang sengaja untuk menyakiti melainkan untuk menanamkan kedisiplinan dan menimbulkan efek jera pada anak. &lt;br /&gt; Sekedar berbagi cerita, saya memiliki anak didik berusia 4 tahun yang kegirangan bila saya hukum dia dengan berdiri pada satu kaki. Biasanya, sebelum mulai sholat berjamaah, saya akan katakan pada mereka semua, kalau ada yang bercanda saat sholat, tak peduli siapapun, nanti akan dihukum disuruh berdiri dengan satu kaki, begitu saya Tanya apa mereka setuju dengan perkataan saya, mereka serempak menjawab setuju. Dan ketika mulai sholat, pada saat semua berucap amiin begitu imam selesai membaca surah al-fatihah, murid saya yang berusia 4 tahun tadi tiba-tiba tertawa, sehingga beberapa murid yang lain ikut tertawa. Saya diamkan saja sampai semua selesai sholat. Begitu selesai sholat dan berdoa, saya katakan pada semuanya, apa boleh sholat sambil tertawa? Dan serempak penuh semangat mereka menjawab tidak boleh. Lalu saya ingatkan kesepakatan yang kami buat bersama sebelum sholat tadi sambil berkata bahwa yang merasa tadi sholat sambil tertawa silahkan berdiri dengan satu kaki sesuai kesepakatan. Dan tanpa dikomando dua kali, para murid saya yang merasa bersalah tadi langsung maju. Namun, berbeda dengan murid usia SD saya yang maju dengan rasa bersalah murid saya yang berusia 4 tahun tadi langsung ke depan dan dengan penuh suka cita dan wajah ceria berdiri mengangkat satu kakinya sambil kedua tangannya memegang daun telinga..sebenarnya, saya ingin tertawa melihatnya, tetapi sebagai pendidik, saya harus menjaga kredibilitas saya agar mereka tidak menganggap saya sedang bercanda dan tidak serius terhadap hukuman yang saya berikan. Yang lebih lucu lagi, ternyata begitu sampai dirumahnya, murid saya tadi dengan penuh semangat dan mimic ceria menceritakan pengalamannya dihukum tadi sambil mempraktekkannya di depan sang bunda, kontan saja, melihat ekspresi buah hati kecilnya itu sang bunda tertawa dan menceritakannya pada saya. Ah, memang tidak mudah menjadi seorang guru atau pendidik, karena dipundak para pendidiklah, masa depan dan moralitas generasi penerus bangsa ini dipertaruhkan. Karena itu hendaklah kita, para orang tua dan juga para guru semua bersinergi dan bersatu padu dalam mendidik dan membimbing para generasi penerus bangsa ini agar menjadi generasi yang cerdas spiritual, emosional maupun cerdas intelektual (insan kamil).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-6427068694621239386?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/6427068694621239386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=6427068694621239386' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/6427068694621239386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/6427068694621239386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2009/02/pendidik-tanggung-jawab-dan.html' title='PENDIDIK, TANGGUNG JAWAB DAN  PROFESIONALISME DALAM MENDIDIK: Sebuah Dilema Pendidik Masa Kini'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-4673767849632765961</id><published>2009-01-20T00:00:00.001+07:00</published><updated>2009-01-21T12:07:27.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia dan politik'/><title type='text'>AGRESI MILITER ISRAEL, INTERVENSI AMERIKA DAN KRISIS MORAL PEMIMPIN NEGARA- NEGARA ISLAM: Sebuah Refleksi Bagi Dunia Muslim di Tahun baru Hijriah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;By: RAUDLAH EL-JANNAH RAHEEM S.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    Tepat tanggal 28 desember 2008 lalu, kaum muslimin memperingati tahun baru hijriah. Berbeda dengan perayaan tahun baru masehi yang latah dan identik dengan pesta kembang api yang meriah, tahun baru hijriah kali ini, justeru kaum muslimin mendapat kado yang mengejutkan, menarik sekaligus memprihatinkan ; pasukan zionis Israel menyerang gaza, palestina. Menarik, karena dengan kado dari zionis yahudi itu, rasa persatuan dan persaudaraan sesama muslim di uji, dan memprihatinkan, karena ratusan nyawa saudara kita sesama muslim yang tak berdaya melayang sia-sia. Data terakhir dari media menyebutkan, korban tewas dari pihak palestina telah mencapai 1200 orang yang sebagian besarnya adalah warga sipil dan anak-anak serta ribuan orang lainnya luka-luka.&lt;br /&gt;Palestina, bukanlah Negara yang asing bagi umat islam, karena sejarah menceritakan bahwa disanalah terdapat qiblat pertama kaum muslim, yaitu Masjidil Aqsha, yang saat ini berada dalam kekuasaan zionis Israel dan juga tempat dimana disinggahi nabi Muhammad saw tepat saat malam beliau ber Isra’ Mi’raj (al-Israa’:1). Karena itu tidak heran jika Palestina merupakan Negara yang memiliki kedekatan historis dengan umat islam. Dan ketika Negara tersebut ditindas dengan semena-mena oleh zionis Israel, sewajarnya lah jika sebagai umat islam kita merasa terpanggil untuk membela saudara kita yang jauh disana.&lt;br /&gt;    Konflik antara Israel dan palestina sebenarnya bukanlah hal yang baru, melainkan telah berlangsung selama kurang lebih 232 tahun. Tepatnya ketika pada 1 mei 1776 Yahudi Israel mengumumkan berdirinya zionis internasional. Sejarah mencatat bahwa selama puluhan bahkan ratusan tahun Israel adalah bangsa yang terusir. Mereka tidak memiliki Negara, dan ketika mereka bersatu membentuk organisasi zionis internasional dan memproklamirkan berdirinya Negara yahudi Israel, mereka telah mencanangkan untuk mencaplok Tanah Palestina dan mengusir warga Palestina dari tanah intifadha itu. Dan tepat pada 15 mei 1948 berdirilah Negara yahudi Israel. Berdirinya Negara yahudi Israel mengundang banyak kontroversi. Terutama dari Negara-negara islam di Timur Tengah. Akan tetapi, dalam perjalanannya, dukungan penuh Negara yang mengklaim dirinya Super Power nan Adi Daya yaitu Amerika, membuat Israel penuh percaya diri menancapkan taringnya di bumi Palestina.&lt;br /&gt;    Konflik antara Israel dan Palestina sebagaimana yang terjadi di seluruh Negara-negara islam lainnya yang terlibat konflik baik internal maupun eksternal, Amerika selalu berada di balik agresi-agresi ke Negara Negara islam itu. tentu masih lekat dalam ingatan kita, bagaimana pada tahun 2000 lalu, amerika berhasil menumbangkan pemerintahan islam Taliban di Afghanistan, dalam pandangan Amerika yang memuja demokrasi ( tapi juga menjadi penghancur demokrasi di Negara orang lain ), Taliban yang berhasil memenangkan pemilihan umum dan memegang kepemimpinan di Afghanistan dan menjalankan pemerintahan dengan dasar keislaman, Taliban telah memasung demokrasi dan memenjarakan hak asasi manusia, itu dalam pandangan Amerika. Yang sebenarnya, itu hanyalah alasan klise Amerika dalam rangka mencari pembenaran dan pembelaan dunia Internasional atas agresinya ke Afghanistan dan menggulingkan kepemimpinan Taliban dengan menggantinya dengan kepemimpinan baru yang lebih liberal dan tentu saja, yang pro Amerika pastinya. Satu hal yang juga perlu kita ketahui tentang kehancuran Afghanistan adalah keterlibatan Pakistan yang membantu Amerika dalam menghadapi medan yang sulit dan menyulitkan pasukan Amerika mencari tempat persembunyian dan menghadapi taktik gerilya pasukan Taliban. Pasukan Amerika yang tidak menguasai daerah/ medan di wilayah Afghanistan yang berupa gurun dan hutan/pegunungan  kesulitan menghadapi pasukan Taliban, sehingga mereka meminta Pakistan untuk membantu dengan iming-iming dan ancaman. Karena khawatir kekuasaan dan Negaranya terkena masalah, pemerintah Pakistan bersedia membantu Amerika dengan imbalan 100.000 dollar Amerika setiap tahunnya (sumber: Kompas). Dan sampai saat ini Pakistan masih menerima imbalan itu karena masih menjaga hubungan baik dengan Amerika.&lt;br /&gt;    Bukti lain agresi Amerika dalam rangka menghancurkan Negara-negara islam yang potensial adalah agresi Amerika pada Maret 2003 lalu ke Negara Seribu Satu Malam yang dipimpin Saddam Husein yaitu Irak. Dengan alasan bahwa Irak dibawah pemerintahan Saddam Husein dictator dan mengembangkan senjata pemusnah massal (Weapons Mass Destruction), Amerika memuluskan langkahnya untuk menghancurkan Irak, meskipun sampai saat ini, setelah Negara Irak hancur dan Saddam Husein tertangkap dan dihukum mati dengan cara yang sangat tidak terhormat, alasan bahwa Irak mengembangkan senjata pemusnah massal tidak terbukti, toh Amerika tetap tidak juga bersedia beranjak dan membiarkan Irak independent dan membangun negaranya sendiri. Amerika emoh dan merasa sayang untuk melepaskan mangsanya yang telah porak poranda itu karena tertarik dengan kekayaan alam yaitu sumber minyak di Negara seribu Satu Malam yang pernah menjadi pusat peradaban islam di jaman khalifah Abbasiyah Harun ar-Rasyid itu. kali ini, sekali lagi untuk  mencari pembenaran di mata internasional atas tindakannya, Amerika mengumumkan kepada dunia bahwa pasukannya tidak akan beranjak dari Negara Irak karena Amerika merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Irak pasca perang dan bertanggung jawab atas perbaikan politik maupun infrastruktur di Irak pasca agresinya. Apa yang dilakukan Amerika atas Irak dan Saddam Husein adalah sikap yang ambigu dan menunjukkan politik kepentingan semata, mengingat pada perang teluk tahun 1990 silam, dibawah kepemimpinan Bush senior Amerika merupakan sekutu setia Irak dalam melawan Kuwait.&lt;br /&gt;        Dan saat ini, dimasa transisi kepemimpinan dari presiden lama ke presiden yang baru terpilih, Amerika kembali menjadi backing dan sekutu setia atas agresi Israel ke tanah intifadha Palestina. Sesungguhnya, keberanian Israel melancarkan agresinya ke Palestina tanpa menghiraukan kecaman dunia internasional bahkan sampai berani mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB pun adalah karena dia merasa besar kepala atas dukungan dan bantuan penuh dari Negara Adi Daya yang mencap dirinya sebagai polisi dunia itu. ada yang menarik yang perlu kita perhatikan disini. Israel melancarkan agresi ke palestina tepat pada tanggal 28 desember lalu, pada saat umat islam merayakan tahun baru Hijriah dan juga tepat di masa transisi kepemimpinan presiden Amerika. Masa transisi kepemimpinan, inilah yang perlu kita perhatikan, kenapa Israel berani dan nekat melancarkan agresi besar-besaran tanpa menghiraukan kecaman dunia internasional bahkan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB pada saat transisi kepemimpinan presiden Amerika yang akan berlangsung tanggal 20 januari 2009 mendatang? Jawabannya adalah karena transisi kepemimpinan itu mengancam posisi Israel. Sebagaimana kita ketahui, dalam dunia perpolitikan, transisi kepemimpinan yang merupakan pergantian pemimpin lama ke pemimpin baru merupakan juga transisi atau pergantian kebijakan. Amerika dibawah kepemimpinan presiden Bush junior yang kebijakannya selalu memberi angin  segar dan suntikan baik dana maupun senjata ke Israel dalam agresi-agresinya ke Palestina. Sedangkan presiden Amerika Serikat terpilih yang baru adalah seorang afro Amerika yang kebijakan politiknya kemungkinan besar (kalau tidak bisa dipastikan) berbeda dengan kebijakan politik Bush junior. Terutama menyangkut kebijakan politik luar negerinya. Walau belum resmi di lantik, akan tetapi dipastikan Barrack Obama, sebagai politik balas budi, akan memilih Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri Amerika menggantikan condollezza rice. Dan bisa jadi peta politik luar negeri Amerika terhadap kebijakan luar negerinya,  khususnya Palestina kemungkinan besar berbeda seratus derajat (walau tidak 180 derajat) mengingat Hillary adalah ibu Negara Amerika pertama yang membela dan mendukung berdirinya Negara Palestina pada saat kepemimpinan suaminya presiden Bill Clinton. Alasan inilah yang menyebabkan Israel nekat melancarkan agresi besar-besaran ke palestina tanpa menghiraukan kecaman dunia internasional bahkan seruan PBB pun dianggap angin lalu, karena sebelum Bush junior lengser keprabon pada 20 januari 2009 nanti, Israel masih mendapat dukungan dan bantuan penuh dari Amerika. Dan Israel pandai memanfaatkan kesempatan terakhir ini tak peduli agresinya di mulai tepat pada saat umat islam memperingati tahun baru hijriah dan agresinya akan mengundang perhatian dunia.&lt;br /&gt;    Alasan lain keberanian Israel melancarkan agresi militernya ke Palestina tepat pada tahun baru hijriah lalu adalah karena Israel yakin bahwa tindakannya itu tidak akan membuat para pemimpin Negara-negara arab terusik dan bersatu membantu Palestina. Israel dan tentu saja Amerika sangat hafal bagaimana gaya pemimpin Negara-negara arab yang hanya mementingkan keselamatan dalam negerinya sendiri dan mencari aman terhadap kekuasaannya. Inilah yang oleh Ibnu Taimiyah (1263 M/661 H), seorang tokoh pembaharuan islam ternama di sebut sebagai politik salam munfarid (perdamaian egosentris). Politik yang sama yang di kedepankan Negara-negara arab pada saat menghadapi musuh (seperti Mesir saat menghadapi pasukan salib tahun 1097 M/491 H dan Irak saat menghadapi pasukan Tartar tahun 1258 M/656 H). Inilah sesungguhnya kelemahan terbesar dikalangan Negara-negara islam Arab, yaitu mereka tidak bersatu dan masa bodoh dengan keadaan sesama Negara-negara islam Arab lainnya. Dalam pandangan para pemimpin itu, selama negaranya sendiri (dalam negerinya sendiri) aman sejahtera, maka mereka merasa tak perlu ambil pusing dengan keadaan yang terjadi di negeri orang sekalipun itu di Negara yang memiliki ikatan emosional yang kuat atas dasar sesama muslim. Kelemahan yang nyata yang di pertunjukkan Negara-negara islam di timur tengah inilah yang juga menyebabkan Amerika tanpa khawatir menghancurkan Negara Irak, pusat peradaban islam dan negeri seribu satu malam kebanggaan umat islam dimasa lampau.&lt;br /&gt;    Apakah islam berada di ambang kehancuran dan benarkah Negara-negara islam adalah Negara yang lemah?? Jawabannya adalah tidak!. Bahkan Negara-negara islam khususnya di timur tengah  adalah Negara-negara yang sangat kuat dan sangat potensial untuk memegang peradaban masa depan. Islam dan Negara-negara islam menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan sangat pesat baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kemajuan peradaban. Hal inilah yang ditakutkan Negara- Negara Eropa terutama Negara Amerika, sehingga Amerika berambisi untuk menghancurkan setiap Negara islam yang perkembangannya di anggap mengkhawatirkan dan mengancam keberadaan Amerika sebagai Negara adi kuasa berjuluk polisi dunia. Bukti nyata bahwa Negara-negara islam di timur tengah adalah Negara yang kuat adalah Amerika tidak pernah berani menyerang Negara islam sendirian. Laksana seorang pengecut, Amerika hanya berani main keroyokan. Walaupun berjuluk Negara Super Power nan adi daya, sebenarnya Amerika tidak lebih dari seekor harimau tanpa taring. Ini terlihat jelas ketika Amerika menyerang Negara Afghanistan maupun Irak. Afghanistan yang hanya merupakan Negara berkembang dengan keterbatasan teknologi, hanya seorang diri menghadapi serangan Amerika yang dengan segala kecanggihan teknologi yang dimilikinya, masih membutuhkan sekutu-sekutu seperti Inggris dan Australia untuk menghadapi pasukan Taliban Afghanistan. Begitu juga kita dapat melihat sikap pengecut Amerika dalam menghadapi Irak, Irak hanya seorang diri tanpa bantuan Negara-negara timur tengah lainnya yang memang agak sentiment dengan Negara Irak yang selalu berusaha menjadi penguasa di timur tengah, sedangkan Amerika, membutuhkan bantuan begitu banyak sekutu seperti Inggris, Australia, Korea selatan, bahkan Jepang dalam menghadapi Irak. Ini menunjukkan bahwa Amerika tak lebih dari harimau tanpa taring, terlihat garang tapi sesungguhnya tak punya kekuatan dan kepercayaan diri dalam menghadapi musuhnya. Karena itu, kekalahan Negara-negara islam seperti Afghanistan dan Irak bukan karena menandakan kelemahan Negara- Negara tersebut, melainkan karena ketidak seimbangan kekuatan akibat musuhnya main keroyokan. Dan hal ini bisa kita terima secara rasional.&lt;br /&gt;    Karena itu, apabila para pemimpin Negara-negara islam di timur tengah masih bersikap acuh tak acuh dan mengedepankan politik salam munfarid (perdamaian egosentris) negaranya sendiri, hal itu akan memberi angin segar dan keleluasaan bagi Negara barat terutama Amerika untuk menghancurkan Negara-negara islam timur tengah. Akan ada Irak-Irak selanjutnya yang menanti kehancurannya dikarenakan para pemimpin mereka tidak bersatu dan hanya sibuk dengan keselamatan dalam negerinya sendiri tanpa peduli bahwa saudaranya sesama muslim tertindas dan butuh pembelaan. Akan tetapi, apabila para pemimpin Negara- Negara islam itu bersatu dan menunjukkan sikap peduli terhadap Negara Negara islam arab lainnya dengan aksi nyata, maka hal itu akan menjadi pukulan telak bagi musuh-musuh islam yang menginginkan kehancurannya. Negara seperti Israel maupun Amerika akan berpikir dua kali bahkan ribuan kali sebelum memutuskan untuk menyerang Negara- Negara islam di  timur tengah. Dan andaikan itu yang terjadi, tentu nasib Irak maupun Palestina tidak seperti yang sekarang kita saksikan. Dan semoga di tahun baru hijriah ini, dengan kado tahun baru hijriah Israel pada Palestina yang berupa penderitaan, membuka mata Negara- Negara timur tengah khususnya para pemimpin mereka, bahwa ada satu hal yang mempersatukan mereka walaupun berbeda Negara, dan ada satu hal yang mempersaudarakan mereka walaupun bukan berasal dari satu keluarga, hal itu adalah Islam, agama yang lebih dari lima belas abad yang lalu dibawa oleh nabi Muhammad saw bukan hanya untuk orang arab dan Negara timur tengah, melainkan untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-4673767849632765961?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/4673767849632765961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=4673767849632765961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/4673767849632765961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/4673767849632765961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2009/01/agresi-militer-israel-intervensi.html' title='AGRESI MILITER ISRAEL, INTERVENSI AMERIKA DAN KRISIS MORAL PEMIMPIN NEGARA- NEGARA ISLAM: Sebuah Refleksi Bagi Dunia Muslim di Tahun baru Hijriah'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-3334921676434480557</id><published>2008-12-22T00:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-22T00:01:01.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pendidikan'/><title type='text'>P.P.S.I. DALAM PENDIDIKAN AGAMA</title><content type='html'>&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;Pengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (P.P.S.I.) ialah suatu bentuk pengajaran yang didasarkan kepada system, yaitu suatu kesatuan yang terorganisir, yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain, dalam rangka mencapai tujuan tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Adapun sejumlah komponen yang harus ada dalam system instruksional tersebut antara lain: materi pelajaran, metode mengajar, alat/sumber, evaluasi dan lain-lain yang semuanya saling berinteraksi guna mencapai tujuan instruksional yang telah dirumuskan terlebih dahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Langkah- Langkah Pokok Dalam P.P.S.I.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Merumuskan tujuan Instruksional&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Menetapkan materi/ bahan pelajaran&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Menetapkan kegiatan belajar mengajar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Menetapkan alat pengajaran&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Menetapkan alat evaluasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merumuskan tujuan Instruksional&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Tujuan Instruksional tersebut ada 2 macam:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tujuan instruksional umum: adalah tujuan yang sudah      dirumuskan dalam kurikulum&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tujuan Instruksional khusus: adalah hasil perumusan      dari guru sendiri, sebagai penjabaran daripada TIU&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Adapun istilah-istilah yang tepat dipakai dalam merumuskan TIK antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;melakukan&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;- menyebutkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;membedakan&lt;span style=""&gt;                               &lt;/span&gt;- menjelaskan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;memilih&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;- mendemonstrasikan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menuliskan&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;-menyusun&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menetapkan bahan materi pelajaran&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Setelah diketahui TIU yang akan dicapai, kemudian dirumuskan TIK, maka dapat ditetapkan pula bahan pelajaran yang akan disajikan kepada murid. Bahan pelajaran tersebut harus sesuai dan tidak boleh menyimpang dari tujuan instruksional yang sudah dirumuskan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menetapkan kegiatan belajar-mengajar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hal ini menggambarkan pokok-pokok kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan murid selama proses pelajaran itu berlangsung, sesuai dengan bahan pelajaran yang diberikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;d. &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menentukan Alat pelajaran dan sumber bahan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Menetapkan dan menyiapkan alat-alat pelajaran yang akan digunakan selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, misalnya: gambar, bagan dan lain lainnya. Disamping itu juga menyebutkan sumber bahan atau kepustakaan yang dipergunakan dalam pengajaran itu, untuk menunjang tercapainya TIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;e. &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menetapkan alat evaluasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menentukan alat evaluasi yang akan di pergunakan untuk mengadakan evaluasi (pre test, post test, atau jenis test, lisan, tulis, perbuatan dan lain-lain).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-3334921676434480557?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/3334921676434480557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=3334921676434480557' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/3334921676434480557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/3334921676434480557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/12/ppsi-dalam-pendidikan-agama.html' title='P.P.S.I. DALAM PENDIDIKAN AGAMA'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-3803642163975495098</id><published>2008-12-15T23:46:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T23:59:19.608+07:00</updated><title type='text'>global warming effect</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;RAUDHAH EL JANNAH RAHEEM&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dunia saat ini tengah berada di ambang kehancuran. Kehancuran yang berlangsung secara perlahan namun pasti ini diakibatkan oleh dampak pemanasan global. Pemanasan global bisa di akibatkan oleh banyak faktor, diantaranya: penggunaan bahan elektronik seperti kulkas, pengering rambut, atau bahkan hair spray yang mengandung cfc (cloro fluoro carbon), yaitu gas yang bias merusak lapisan ozon di atmosfer yang melindungi bumi dari pengaruh buruk sinar ultraviolet dari matahari, pemakaian bahan bakar kendaraan secara berlebihan, penebangan hutan secara besar-besaran, efek rumah kaca dan lain sebagainya. Lapisan ozon ini berfungsi menyaring sinar ultraviolet dari matahari .Rusaknya lapisan ozon dapat menyebabkan perubahan iklim global dan juga pemanasan suhu secara global. Pemanasan global ini mengakibatkan suhu bumi meningkat tajam sehingga menyebabkan gunung es di kutub utara mencair, yang menyebabkan semakin tingginya permukaan air laut di seluruh dunia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semakin tingginya permukaan air laut menyebabkan abrasi pantai yang parah dan menyebabkan hilangnya sebagian bahkan menenggelamkan seluruh daratan bumi. Inilah dampak paling mengerikan dari pemanasan global.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat seluruh dunia berusaha untuk mengurangi dampak pemanasan global, kita dapat ikut berpartisipasi melalui hal-hal kecil yang sangat bermanfaat bagi bumi ini yang mungkin bisa kita lakukan. Kita dapat mengurangi dampak pemanasan global dengan menggunakan peralatan elektronik yang bebas cfc, mengurangi emisi gas carbon dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengurangi efek rumah kaca dengan penghijauan dan hal kecil lain yang sangat mudah namun bermanfaat. Bumi adalah milik kita bersama, karena itu, tugas kitalah menjaga kelestarian bumi kita, demi kelangsungan hidup kita, dan semua makhluk yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang nyaman.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-3803642163975495098?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/3803642163975495098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=3803642163975495098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/3803642163975495098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/3803642163975495098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/12/global-warming-effect.html' title='global warming effect'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-750772752204364661</id><published>2008-12-04T00:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T00:01:00.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita dan dunianya'/><title type='text'>PERANAN UMAT ISLAM INDONESIA</title><content type='html'>&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Peranan Umat      Islam Indonesia di Masa Penjajahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Peranan Umat      Islam Menentang Portugis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Demak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan sultan pertama bernama Raden Fatah.Dibawah pimpinan Adipati unus melakukan 2x penyerangan terhadap portugis di Malaka,namun mengalami kekalahan(1512-1513M).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aceh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada masa sultan Iskandar Muda (1607-1636M)pernah dikirim beberapa ratus kapal perang yang mengangkut 20 ribu prajurit untuk melawan portugis.pada masanya Aceh mengalami puncak kekuasaaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tidore dan      Ternate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada masa Sultan Babullah melakukan serangan besar terhadap portugis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Umat Islam      Melawan Penjajah Belanda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perang Paderi      di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perang      Diponegoro di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perlawanan      rakyat Aceh di bawah pimpinan Tengku Umar,Cut Nyak Dien,Teuku Cik Ditiro      dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Peranan Umat      Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lahirnya organisasi-orhanisasi perjuangan umat Islam spt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sarekat Islam      (SI)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berawal dari organisasi sarikat Dagang Islam (SDI) yang berdiri pada tanggal 16 Oktober 1905M oleh Haji Samanhudi di Solo.Sejak tahun 1912M di bawah pimpinan Haji Omar Said Cokroaminoto, sarekat tersebut berubah menjadi gerakan politik yang bersifat keagamaan dan kerakyatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jasm’iyatul      Khair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berdiri pada tahun 1905M di Jakarta,kegiatannya adalah pembinaan pendidikan dan pengiriman anak-anak muda berprestasi ke luar negeri seperti ke Turki dan Mesir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perserikatan      Ulama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berdiri pada tahun 1911M oleh Abdul Halim.Bergerak di bidang pendidikan dan sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Muhammadiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Didirikan pada tanggal 18 November 1912M/8 Dzulhijjah 1330H di Yogyakarta oleh K.H. Ahmad Dahlan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tujuan dan cita-cita awa:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Mencapai surga Jannatun Na’im dengan ridlo Allah yang Rahman dean Rahim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Mencapai masyarakat yang sejahtera, aman, damai,makmur dan bahagia disertai nikmat Allah yang melimpah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="5" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sumatera      Thawalib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berdiri di Sumatera oleh Dr. H.A. Karim Amrullah dan Dr. Abdullah Ahmad,bergerak dibidang pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="6" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Persatuan Islam      (Persis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Didirikan di Bandung pada awal tahun 1920-an.Misi utamanya adalah pemurnian pengamalan syari’at islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="7" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Nahdlatul      Ulama’ (NU)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Didirikan pada bulan Januari 1926M oleh K.H. Hasyim asy’ari.NU bertujuan membangkitkan semangat juang para ulama’ Indonesia dengan cara mempergiat dakwah dan pendidikan.Juga untuk mengembalikan masyarakat kepada ajaran syari’at islam yang berdasarkan Ahlussunnah wal Jamaah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-750772752204364661?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/750772752204364661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=750772752204364661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/750772752204364661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/750772752204364661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/12/peranan-umat-islam-indonesia.html' title='PERANAN UMAT ISLAM INDONESIA'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-5483167456992522749</id><published>2008-12-03T10:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T10:57:51.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita dan dunianya'/><title type='text'>PERANAN WANITA DALAM MASYARAKAT</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;By: Raudhah El Jannah Ulhaque S.Pd.I&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pada zaman sekarang ini, kalau kita amati, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, hampir tidak ada lagi pekerjaan pria yang tidak bisa dikerjakan oleh wanita. Kalau zaman dahulu beberapa pekerjaan dianggap tabu untuk dikerjakan oleh wanita karena alasan lemah fisik dan mental dan dinilai tidak sesuai atau menyalahi kodratnya, pada zaman sekarang ini, anggapan tersebut tidak berlaku lagi karena ternyata sekarang wanita mampu mengerjakannya sebaik kaum pria.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Di Negara seperti Indonesia ini, yang mana ± 53 % penduduknya adalah wanita, potensi wanita sebagai salah satu unsur penunjang pembangunan nasional tidak disangsikan lagi. Karena itu, apabila potensi yang besar ini tidak di dorong dan dimanfaatkan dengan baik dalam pembangunan nasional, maka bangsa dan Negara akan mengalami kelambanan dan kemunduran di berbagai bidang kehidupan. Akan tetapi, peran dan keterlibatan wanita dalam segala bidang kehidupan dan lapangan pekerjaan di luar rumah, seringkali masih mendapat banyak mendapat hambatan dan tantangan dari berbagai pihak baik dengan dalih agama dari golongan konservatif, maupun dari factor budaya masyarakat sendiri. Menurut golongan kaum konservatif, peran wanita hanya sebagai ibu rumah tangga, mendidik anak dan melayani suami, tidak boleh terjun di dunia politik apalagi menjadi hakim dan &lt;i&gt;Top Leader&lt;/i&gt; (kepala Negara atau Perdana Menteri), karena hal itu adalah tugas kaum laki-laki.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pandangan ini bertentangan dengan ajaran islam, karena islam sendiri tidak menghalangi wanita untuk memasuki berbagai profesi sesuai dengan keahliannya, seperti menjadi guru/dosen, dokter, pengusaha, menteri, hakim dan lain-lain, bahkan bila ia mampu dan sanggup, boleh menjadi perdana menteri atau kepala Negara, asal dalam tugasnya tetap memperhatikan hukum-hukum dan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh islam. Misalnya, tidak terbengkalai urusan dan tugasnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam rumah tangga, harus ada izin dan persetujuan dari suaminya bila ia seorang yang telah bersuami dan juga tidak mendatangkan hal yang negative terhadap diri dan agamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi dalam hal tentang boleh tidaknya wanita menjadi hakim dan kepala Negara (top leader), para ulama berbeda pendapat. Jumhur ulama berpendapat, bahwa tidak boleh wanita menjadi hakim atau top leader berdasarkan ayat Al-qur’an surat an-Nisa’ ayat 34 dan hadis Abi Bakrah yang di riwayatkan oleh Bukhari, Nasa’i, dan Turmudzi bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Tidak akan bahagia suatu kaum yang mengangkat sebagai pemimpin mereka seorang wanita.&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dan surat an-nisa’ ayat 34:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;﴿٣٤﴾&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;“kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; (Q.S.An-Nisa’/4:34) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Menurut Jawad Mughniyah dalam Tafsir Al-Kasyif, bahwa maksud ayat 34 surah an-Nisa’ itu bukanlah menciptakan perbedaan yang dianggap wanita itu rendah dibandingkan dengan laki-laki, tetapi keduanya adalah sama, dengan alasan ayat tersebut hanyalah ditujukan kepada laki-laki sebagai suami dan wanita sebagai isteri. Keduanya adalah rukun kehidupan, tidak satupun bisa hidup tanpa yang lain.bagaikan dua sisi mata uang, keduanya saling melengkapi. Ayat ini hanya ditujukan untuk kepemimpinan suami saja, memimpin isterinya. Bukan untuk menjadi pemimpin secara umum dan bukan untuk menjadi penguasa yang dictator.&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kebolehan wanita untuk menjadi top leader ini ditopang oleh Al-qur’an surah at-Taubah ayat 71:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;﴿٧١﴾&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam ayat tersebut, Allah swt mempergunakan kata auliya’ (pemimpin), itu bukan hanya ditujukan kepada pihak pria saja, tetapi keduanya (pria dan wanita) secara bersamaan. Berdasarkan ini, wanita juga bisa menjadi pemimpin, yang penting dia mampu dan memenuhi criteria sebagai seorang yang akan menjadi pimpinan tertinggi, karena menurut tafsir al-maraghi dan tafsir al-manar bahwa kata auliya’ tersebut dengan tafsiran yang mencakup: wali penolong, wali kasih sayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selanjutnya mengenai hadis abi bakrah yang mengatakan tidak akan bahagia suatu kaum yang mengangkat sebagai pimpinan mereka seorang wanita, menurut fatimah mernissi dalam bukunya setara dihadapan Allah, perlu dipertanyakan: apa yang mendorong abi bakrah berpuluh-puluh tahun setelah kalimat itu diucapkan nabi saw, untuk menggali kembali hadis ini dari relung ingatannya? Apakah ia mempunyai kepentingan pribadi yang harus dikemukakan atau semata-mata sebagai kenangan spiritual terhadap Nabi? Jelas Abi Bakrah mempergunakan hadis ini untuk mencari muka pada pihak yang berkuasa. Selanjutnya marilah kita teliti lebih dalam lagi sejarah perang unta yang menjadikan sikap opurtunis Abi Bakrah ini lebih nyata lagi. Pada waktu itu banyak sahabat yang tidak ikut serta dalam peperangan antara Ali Bin Abi Thalib dengan ummul mukminin Aisyah. Alasannya adalah bahwa perang saudara hanya akan memecah belah umat dan menjadikan mereka saling bermusuhan. Meskipun mereka sama-sama mempertahankan diri di atas prinsip yang diajarkan nabi Muhammad saw. Untuk tidak ikut serta dalam suatu pertikaian yang menyebabkan perpecahan di antara kelompok masyarakat, hanya Abi Bakrah yang menjadikan jenis kelamin sebagai salah satu alasan penolakannya untuk tidak ikut serta dalam peperangan tersebut. Sesudah kalahnya Aisyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, bahwa hadis Abi Bakrah tersebut tidak membolehkan wanita untuk menjadi kepala Negara islam (khalifah) hakim. Ulama berbeda pendapat hanya dalam hal wanita menjadi top leader (presiden dan perdana menteri). Menurut jumhur ulama’ tidak boleh wanita menduduki jabatan tersebut. Abu hanifah membolehkan hakim wanita dalam masalah perdata dan tidak membolehkannya dalam masalah jinayat. Sementara Muhammad bin jarir al-thabary membolehkan wanita menjadi hakim secara mutlak termasuk dalam urusan jinayat. Pendapat ini dikuatkan pula oleh Ibnu Hazm dari aliran al-Zhahiriyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Al-suyuthi, &lt;i&gt;Al-Jami’ Al-Shaghir,&lt;/i&gt; jilid II, Beirut, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, t.th., cet.IV, h.128.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muhammad Jawad Mughniyah, &lt;i&gt;Tafsir Al-Kasyif&lt;/i&gt;, juz II, Bairut, Dar Ilmi Li Al-Malayin, cet.I, 1968, masyarakat, h. 314&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-5483167456992522749?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/5483167456992522749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=5483167456992522749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/5483167456992522749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/5483167456992522749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/12/peranan-wanita-dalam-masyarakat.html' title='PERANAN WANITA DALAM MASYARAKAT'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-4122247563874924715</id><published>2008-10-27T00:01:00.004+07:00</published><updated>2008-10-27T00:01:00.154+07:00</updated><title type='text'>MENDIDIK  DENGAN CINTA…: Membentuk Generasi Rabbani Sejak Usia Dini</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;MENDIDIK&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DENGAN CINTA…: Membentuk Generasi Rabbani Sejak Usia Dini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;By: RAUDHAH EL JANNAH RAHEEM, S.Pd.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kapan pendidikan anak seharusnya dimulai?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Walaupun secara riil, pendidikan itu berlangsung dari lahir, namun konsep pendidikan anak dalam islam mengajarkan bahwa mempersiapkan anak yang sholih telah dimulai jauh sebelum terjadinya kelahiran anak yakni telah dimulai sejak pemilihan jodoh (pra konsepsi), ketika seorang pemuda memilih seorang calon istri dan calon ibu yang sholihah untuk anak-anaknya kelak. Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;عن ابي هريرة رضي الله عنه قا ل: قا ل رسول ا لله صلي الله عليه و سلم:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تُنْكَحُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الْمَرْأَةُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لِأَرْبَعٍ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لِمَالِهَا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وَلِحَسَبِهَا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وَجَمَالِهَا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وَلِدِينِهَا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فَاظْفَرْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بِذَاتِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الدِّينِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تَرِبَتْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يَدَاكَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda: Orang perempuan itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena keelokan wajahnya, dan karena agamanya. Utamakanlah wanita yang memiliki pengetahuan agama yang baik, niscaya kamu menjadi orang yang beruntung.”&lt;/i&gt;(HR. Bukhori)&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kebanyakan para orang tua, khususnya masyarakat bawean, menganggap bahwa seorang anak kecil belum mengerti apa-apa, belum mengerti akan arti perintah dan larangan sehingga belum saatnya memperoleh pendidikan. Ini merupakan pandangan yang keliru. Sesungguhnya, proses pendidikan yang berkelanjutan telah dimulai sejak anak awal tahun kehidupan seorang anak dan berlangsung hingga akhir hayat &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;(long life education)&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;. Bahkan pendidikan kepada anak telah dapat dimulai sejak anak berada dalam kandungan ibunya. Karena ilmu pengetahuan modern membuktikan bahwa sejak masih berada dalam kandungan seorang anak telah dapat mendengar suara yang berasal dari luar dan merekam dengan baik apa yang di dengarnya itu, bahkan ia dapat mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dibarat telah membuktikan bahwa, seorang anak yang sejak masih dalam kandungan selalu diperdengarkan musik-musik klasik seperti karya Bethoven dan Mozart itu cenderung lebih cerdas dibandingkan dengan anak-anak yang sejak dalam kandungan tidak di perdengarkan musik-musik klasik, ini membuat para ahli berkesimpulan bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan system syaraf otak janin. Bayangkan bila sebagai seorang muslim, dan sebagai calon ayah dan ibu yang sholih kita selalu mengaji al-quran dan memperdengarkan lantunan ayat-ayat al-quran kepada anak kita sejak masih dalam kandungan? Tentu mereka akan menjadi anak yang sholih dan sholihah yang mempunyai kepribadian sesuai dengan pribadi muslim sejati. Bagaimana kalau sekarang anda mencobanya pada calon buah hati anda??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana mendidik anak sejak dalam kandungan??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebagaimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah saya sebutkan di atas bahwa mendidik anak secara islami telah dapat dimulai sejak anak berada dalam kandungan ibunya. Mungkin kita semua bertanya, bagaimana cara mendidiknya?? Tentu kita tidak dapat mendidiknya secara langsung, tetapi kita dapat melakukan hal-hal berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Berdoa untuk anak kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam mendidik anak, manusia tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan akal dan jasmaninya. Bimbingan ilahiah sangatlah diperlukan. Karena itu untaian doa kepada dzat yang maha pencipta hendaklah selalu teriring dalam mendidik anak kita. Mohonlah kepada Allah sang Maha pengasih agar di karunia anak yang sholih dan sholihah yang akan menjadi mujahid-mujahid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan jundi-jundi Allah dalam menegakkan syari’at islam di muka bumi ini. Karena sebagaimana sabda rasulullah, bahwa di zaman yang semakin mendekati akhir ini, menggenggam agama Allah bagaikan menggenggam bara, maksudnya, dalam menegakkan syari’at dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini sangat berat godaannya, apalagi dengan masyarakat seperti sekarang ini, menjaga iffah dan izzah dalam beragama kita seperti dianggap orang aneh oleh masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.75in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Selalu memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci al-quran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Alangkah baiknya kita sebagai seorang calon ayah dan ibu selalu membaca al-quran di setiap kesempatan, ataupun bila kita memiliki sedikit waktu luang, sempatkanlah membaca al-quran setiap kali selesai sholat fardlu atau sholat sunnah, sedang di sela-selanya kita dapat memperdengarkan bacaan al-quran murottal melalui kaset, CD, Ipod, ataupun media lainnya. Sekarang ini banyak tersedia kaset-kaset murottal di toko-toko kaset ataupun toko buku dan banyak tersedia media yang memudahkan mendengarkan lagu atau ayat al-quran sambil beraktivitas baik melalui MP3, MP4, Ipod atau media lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Mendengarkan lagu-lagu nasyid atau musik klasik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selain memperdengarkan ayat suci al-quran, tidak ada salahnya sekali-kali anda memperdengarkan lagu-lagu nasyid ataupun musik klasik kepada calon buah hati anda, dari pada anda memperdengarkan lagu-lagu cinta yang sifatnya hanya memuja cinta sebatas pada struktur nafsani semata, tanpa unsur ilahiah. Apalagi lagu-lagu cinta saat ini semakin tak karuan syairnya. Lelaki buaya darat lah, makhluk Tuhan paling seksi lah, jadikan yang kedua lah, lelaki cadangan dan segala syair lagu memiriskan lainnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Ajak calon buah hati berkomunikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin agak sedikit aneh kedengarannya, tapi sebagaimana yang telah saya sebutkan diatas, janin didalam kandungan telah terbentuk dan berfungsi dengan baik pendengarannya sejak memasuki usia bulan ke empat, sehingga dia dapat mendengar dengan baik detak jantung ibunya ataupun suara-suara yang berasal dari luar, seperti suara pintu yang ditutup dengan keras. Anda dapat mengajak calon buah hati berkomunikasi, dengan menceritakan pengalaman anda hari ini, atau menceritakan perasaan anda saat ini. Juga dapat dengan membacakan buku-buku cerita, yah, memang kita jadi seperti berbicara sendiri, tapi yakinlah bahwa buah hati anda mendengarnya. Memang, dia tidak dapat memberi respon secara langsung, tapi segala yang didengarnya akan tersimpan dengan baik di memori otaknya. Dan akan lebih mudah baginya memunculkan memori itu ketika suatu hari nanti dia mengalami atau mendengar hal yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Kewajiban siapakah mendidik anak itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Anak adalah amanah Allah untuk kedua orang tua, karena itu, mendidik anak adalah kewajiban bagi kedua orang tua. Pendidikan anak menjadi tanggung jawab bersama antara sang ayah dengan sang ibu. Akan tetapi karena kesibukan seorang ayah sebagai tulang punggung keluarga dan kewajibannya memberi nafkah keluarga, menyebabkan kesempatan ayah untuk bersama dan berkumpul dengan keluarga terutama dengan buah hatinya menjadi berkurang. Sehingga anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang ibu. Akan tetapi ini tidak menyebabkan kewajiban ayah dalam mendidik anak menjadi hilang, ayah tetap memiliki kewajiban yang sama dengan ibu dalam mendidik dan membesarkan putera-puterinya dengan bekal pendidikan agama yang kokoh sejak usia dini agar anak memiliki jiwa keagamaan yang kokoh yang tidak mudah terkikis oleh pengaruh yang datang dari luar ketika anak hidup di tengah-tengah anggota masyarakat. Allah swt berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin: 0in 0.25in 0.0001pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;( التحر يم&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 17pt;" lang="AR-SA"&gt;٦ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin: 0in 0.25in 0.0001pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkan–Nya kepada meraka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;/i&gt; (Al-Tahrim/66: 6)&lt;i style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana seharusnya mendidik anak kita??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab mendidik anak-anak kita agar menjadi anak-anak yang sholih-sholihah, berguna bagi nusa dan bangsa dan agama. Tentu semua orang tua mengharapkan memiliki anak yang sholih dan sholihah, berguna bagi nusa, bangsa dan juga agama. Akan tetapi, sedikit sekali orang tua yang mengerti apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mewujudkan harapannya itu? &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style=""&gt; beberapa hal yang harus di perhatikan oleh kedua orang tua, baik ayah maupun ibu dalam mendidik putera-puterinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;1. Harus seiring sejalan (kompak) dalam mendidik anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Demi keberhasilan dalam mendidik anak dan menanamkan kepribadian positif dalam diri anak, kedua orang tua harus kompak dan seiring sejalan seiya sekata dalam mendidik anak. Kekompakan yang dimaksud disini adalah, bahwa dalam menetapkan sesuatu terhadap anak, semacam peraturan, memberi perintah atau larangan kedua orang tua harus sepakat dan saling mendukung. Sehingga tidak menimbulkan sikap ambigu pada diri anak. Seringkali kita dapati kedua orang tua saling bertolak belakang dalam mendidik anak. Contohnya adalah dalam hal mengajarkan kedisiplinan pada anak. Ketika ayah berusaha menerapkan disiplin anak dalam hal sholat &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style=""&gt; waktu dan belajar setelah sholat isya’ misalnya, ibu harus sepenuhnya mendukung usaha ayah, jangan sampai ketika ayah menyuruh anaknya yang sedang bermain untuk sholat dhuhur, ibu membela anak dan mengatakan “ biarkan saja dulu yah, mungkin adik masih capek”. Ini dapat menimbulkan sikap ambiguitas dan membuat anak mencari perlindungan ke ibu ketika dia sedang malas belajar atau sholat serta membuat anak tidak menghargai (meremehkan) perintah/ kata-kata ayahnya atau sebaliknya, bila ayah yang selalu membela tindakan salah anak, anak akan berlindung meminta dukungan sang ayah dan meremehkan perintah sang bunda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;2. Menanamkan kebiasaan baik pada anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Anak-anak di bentuk dengan kebiasaan. kebiasaan apapun yang kita terapkan pada anak kita, akan menjadi suatu kepribadian dalam diri anak yang terbentuk tanpa kita sadari. Dan menghilangkan kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Karena itu akan menjadi perilaku bawah sadar yang akan mendorong perbuatan tersebut dilakukan dengan sendirinya. Karena itu, alangkah baiknya jika sebagai orang tua, sedini mungkin kita menerapkan kebiasaan-kebiasaan positif pada anak kita. Seperti sholat di awal waktu, menyikat gigi sebelum tidur, berdoa sebelum dan sesudah makan, dan kebiasaan baik lainnya. Karena kebiasaan baik itu akan dengan sendirinya menjadi perilaku yang menetap dalam diri mereka dan menjadi perilaku bawah sadar yang membuat mereka selalu terdorong untuk melakukannya walau tanpa perintah. Sebagaimana ungkapan yang mengatakan, “ pada mulanya, kita yang membentuk kebiasaan, setelah itu, kebiasaanlah yang akan membentuk kita.” (to be continued)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=""&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-4122247563874924715?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/4122247563874924715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=4122247563874924715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/4122247563874924715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/4122247563874924715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/10/mendidik-dengan-cinta-membentuk.html' title='MENDIDIK  DENGAN CINTA…: Membentuk Generasi Rabbani Sejak Usia Dini'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-1181048525469462556</id><published>2008-10-25T21:45:00.001+07:00</published><updated>2008-10-25T21:55:38.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa kalbu'/><title type='text'>BAHASA KALBU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tuhan………………….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika aku menyukai seorang teman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Agar aku tetap bersama-Mu yang tak pernah berakhir…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tuhan……………………..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika aku merindukan seorang kekasih,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Rindukanlah aku kepada yang rindu cinta sejati Mu,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi…..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tuhan…………………….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika aku hendak mencintai seseorang,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tuhan…………………….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ketika aku sedang jatuh cinta,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jagalah cintaku itu,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tuhan…………………………………….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ketika aku berucap aku cinta padamu,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Biarlah ku katakan kepada yang hatinya terpaut pada-Mu…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sebagaimana orang bijak berucap………&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Mencintai seseorang bukanlah apa-apa,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dicintai seseorang adalah sesuatu,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tapi……..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dicintai oleh sang pencipta adalah segalanya…….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-1181048525469462556?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/1181048525469462556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=1181048525469462556' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/1181048525469462556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/1181048525469462556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/10/bahasa-kalbu.html' title='BAHASA KALBU'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-5642721433414702084</id><published>2008-10-20T13:03:00.000+07:00</published><updated>2008-10-20T13:05:01.449+07:00</updated><title type='text'>BAWEAN DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;By: Raudhah El Jannah Raheem Ulhaque &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S.Pd.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bawean Dan Problematika Pendidikan Anak Dalam Keluarga&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pendidikan merupakan pintu gerbang menuju kemajuan dalam pembangunan di segala bidang kehidupan, baik menyangkut pembangunan kehidupan fisik maupun non fisik. Karena itu, apabila kita mengharapkan adanya kemajuan dan pencerahan pemikiran &lt;i&gt;(rausyan al fikr)&lt;/i&gt; bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, maka sebagai langkah awalnya adalah kita harus mengadakan perbaikan system pendidikan agar system pendidikan kita dapat mencetak &lt;i&gt;output-output&lt;/i&gt; yang siap menghadapi tantangan dunia global dengan segala dampaknya dan juga siap melakukan perubahan menuju masyarakat yang tercerahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Bawean, sebagai pulau terpencil yang berjarak sekitar 80 mil di sebelah utara pulau Jawa, merupakan pulau yang memiliki potensi sumberdaya alam (SDA) maupun sumberdaya manusia (SDM) yang patut di perhitungkan, akan tetapi karena adanya berbagai masalah seperti kurangnya sarana dan prasarana, serta terbatasnya lapangan kerja, dan berbagai masalah lain yang di hadapi Bawean sebagai pulau terpencil, menyebabkan berbagai potensi yang di miliki pulau Bawean tidak ter &lt;i&gt;explore&lt;/i&gt; dan hanya terpendam begitu saja tanpa muncul kepermukaan. Hal ini sangat disayangkan, karena kita tidak pernah tau seberapa besar potensi pulau Bawean itu seandainya teraktualisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Salah satu problematika pulau bawean adalah problematika dunia pendidikan. Dan problem pendidikan di pulau bawean yang sangat memprihatinkan adalah masalah pendidikan anak, terutama pendidikan anak dalam keluarga. Sebagaimana kita ketahui, sebagian besar penduduk pulau bawean adalah perantau. Mereka meninggalkan keluarga untuk bekerja di luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Umumnya yang kita dapati, para orang tua meninggalkan anak-anak mereka untuk di asuh oleh nenek-kakek mereka ataupun keluarga terdekat, atau kalau hanya ayahnya yang pergi merantau, maka anak itu akan di asuh seorang diri oleh sang ibu. Hal ini menyebabkan disfungsi dalam keluarga. Karena anak tidak memperoleh gambaran lengkap tentang sosok orang tuanya. Tentu hal ini menyebabkan gangguan psikologis dan menghambat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembentukan kepribadian anak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Keluarga,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memiliki nilai penting dalam pembentukan kepribadian anak dan dalam menciptakan kondisi psikologis ( kejiwaan )yang sehat bagi anak. Karena keluarga sebagai pranata sosial pertama dan utama mempunyai arti paling strategis dalam mengisi dan membekali nilai-nilai kehidupan yang di butuhkan oleh putra-putri yang tengah mencari makna kehidupannya. Di tengah-tengah keluarga lah seorang anak banyak menghabiskan sebagian besar waktunya selain di sekolah atau di luar rumah. Keluarga berfungsi sebagai transmitter budaya dan mediator sosial budaya bagi anak. Menurut UU No.2 tahun 1989 Bab IV pasal 10 ayat 4:”…keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan…”. Berdasarkan pendapat dan dictum Undang-Undang tersebut, maka fungsi keluarga dalam pendidikan adalah menyangkut penanaman, pembimbingan, atau pembiasaan nilai-nilai agama, budaya, dan keterampilan-keterampilan tertentu yang bermanfaat bagi anak. Ketika fungsi keluarga tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka sangat sulit bagi seorang anak untuk dapat berhasil dalam mengolah seluruh bakat dan kemampuannya agar terasah dan terbina sesuai dengan potensi yang dimilikinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dari kedua orang tua terutama ibu, dan untuk pertama kalinya pengaruh dari sesuatu yang dilakukan ibu itu secara tidak langsung akan membentuk watak atau ciri khas kepada anaknya. Karena ibu ibarat sekolah, jika ibu mempersiapkan anak berarti ibu telah mempersiapkan generasi yang kokoh dan kuat. Dengan generasi yang kuat berarti telah menginvestasikan sesuatu pada diri anak agar bermanfaat besok kelak untuk mengarungi kehidupan yang lebih global bila dibandingkan waktu awal ada di dalam kandungan yang hidup dalam lingkungan yang sempit. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Akan halnya di bawean, pendidikan anak dalam keluarga kurang mendapat perhatian dari para orang tua. Hal ini di sebabkan karena kebanyakan keluarga di Bawean tidak menjalankan fungsinya secara normal, sehingga anak-anak mengalami ambiguitas dalam menanamkan citra orang tua dalam benak mereka. Padahal, peranan orang tua dalam pembentukan kepribadian anak sangat penting. Mengingat, dari orang tualah untuk pertama kalinya seorang anak belajar bagaimana bertingkah laku. Problematika ini terjadi di karenakan kurangnya pengetahuan para orang tua tentang bagaimana teori yang baik tentang pengasuhan dan pendidikan anak dalam keluarga. Baik cara pengasuhan dan pendidikan anak menurut agama, ilmu psikologi, maupun menurut teori-teori pendidikan dari para ahli di bidangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sesungguhnya, mayoritas masyarakat bawean mendidik anak dengan mengandalkan pengalaman tanpa di dasari teori yang mendukung. Sehingga kita seringkali mendapati bahwa masih banyak orang tua masih menggunakan hukuman dalam bentuk kekerasan dalam mendidik anak. Seperti memukul, memarahi dengan suara keras (membentak), berkata kasar pada anak dan juga mengancam. Padahal, menurut ilmu psikologi, menghukum dengan kekerasan tidak membuat anak jera, dan mengerti dimana letak kesalahannya, bahkan sebaliknya, kekerasan membuat anak menjadi pribadi pendendam, merasa tidak dihargai, dan muncul ketidakpuasan dalam dirinya akibat perlakuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kasar orang tua terhadapnya. Hal ini membuat anak tumbuh dengan tekanan psikologis dan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang menyimpang. Juga penyampaian ungkapan rasa kasih sayang orang tua yang seringkali caranya kurang tepat. Seperti terlalu memanjakan anak dengan menuruti segala kemauan anak. Menurut hemat saya, dengan pengalaman saja tidak cukup bijak dalam mendidik anak. Karena anak kita bukanlah robot yang bisa kita control semau kita, dan selalu menuruti kemauan kita sebagai orang tua. Anak-anak adalah pribadi bebas yang memiliki dunianya sendiri, mereka juga memiliki keinginan, kehendak, pendapat, kemauan dan alasan terhadap apa yang mereka lakukan yang juga perlu kita dengarkan. Mereka juga butuh penghargaan, butuh di hargai, diakui dan juga punya harga diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana apa yang di ucapkan oleh seorang kahlil gibran, seorang penyair ternama sepanjang masa bahwa “anak-anak kita bukanlah putera-puteri kita, mereka putera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan puteri kehidupan, kita mungkin bisa memberi rumah pada tubuh mereka, tapi tidak pada jiwa mereka. Karena jiwa mereka hidup di rumah tersendiri, yang tidak bisa kita kunjungi, bahkan juga di dalam mimpi…” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Anak adalah amanah dari Allah yang harus dijaga. Anak adalah tanggung jawab orang tua. Bagaimana dan akan seperti apa anak kita nantinya bergantung bagaimana kita orang tua mendidiknya. Karena setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, sebagaimana sabda Nabi saw.:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: right; text-indent: 0.5in;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;عن ابي هريرة رضي الله عنه قا ل: قا ل رسول ا لله صلي الله عليه و سلم:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin: 0in -0.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;كُلُّ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَوْلُودٍ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يُولَدُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;عَلَى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الْفِطْرَةِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فَأَبَوَاهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يُهَوِّدَانِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَوْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يُنَصِّرَانِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَوْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يُمَجِّسَانِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;َ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;رواه البخارى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin: 0in -0.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya dan kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia sebagai yahudi, nasrani atau majusi.”&lt;/i&gt;(HR. Bukhori)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam ilmu pendidikan, makna kata fitrah dalam hadis diatas tidak lain adalah bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa potensi masing-masing. Baik itu potensi beragama &lt;i&gt;(religion)&lt;/i&gt;, potensi kecerdasan &lt;i&gt;(intellectual)&lt;/i&gt;, potensi keterampilan &lt;i&gt;(skill)&lt;/i&gt; ataupun potensi lain yang dimiliki anak. Akan tetapi potensi tersebut masih terpendam. Belum teraktualisasi. Tugas orang tualah untuk membimbing dan mengarahkan anak agar dapat mengaktualkan potensi yang dimilikinya secara tepat. Untuk potensi beragama misalnya, orang tua perlu mengetahui bahwa setiap anak secara fitrah memiliki naluri untuk beragama dan kebutuhan terhadap agama. Anak-anak memiliki kecenderungan terhadap hal-hal yang baik sebelum lingkungannya mempengaruhinya untuk melakukan hal-hal yang buruk. Karena kebaikan itu sesuai dengan fitrahnya. Sehingga orang tua memiliki kesadaran dan pemahaman bahwa pendidikan agama sebagai dasar pendidikan anak dalam hidupnya perlu di ajarkan dan di tanamkan pada anak sedini mungkin, bukan menunggu sampai anak memasuki usia sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Apabila memperhatikan mayoritas anak-anak bawean yang sedang dalam masa perkembangan dan pembentukan kepribadian tetapi tidak memperoleh pengarahan dan bimbingan yang tepat dari orang tuanya, membuat saya merasa miris dan berpikir, akan seperti apa nantinya anak-anak yang memiliki &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;potensi dan juga kecerdasan yang masih terpendam itu?? &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-5642721433414702084?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/5642721433414702084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=5642721433414702084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/5642721433414702084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/5642721433414702084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/10/bawean-dan-problematika-pendidikan-1.html' title='BAWEAN DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN (1)'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-7058726014689713358</id><published>2008-10-12T02:54:00.000+07:00</published><updated>2008-10-12T02:55:26.762+07:00</updated><title type='text'>ELEGI RUU PORNOGRAFI: Antara Moral dan Benturan Kepentingan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;By: Raudhah El Jannah Raheem &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S.Pd.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Berlarut-larutnya penundaan pengesahan RUU pornografi yang dahulu di sebut RUU APP (anti pornografi dan pornoaksi) mengecewakan masyarakat yang mempunyai niat baik demi kepentingan bangsa dan juga membahagiakan sebagian orang yang memiliki kepentingan pribadi terhadap di batalkannya RUU tersebut. RUU yang semula di rencanakan selesai di bahas pada 23 september lalu, mengalami penundaan hingga waktu yang tidak di tentukan, walaupun mereka para pansus dan panja di DPR RI yang membahas RUU tersebut mengatakan akan merampungkannya pada 14 November mendatang. Akan tetapi siapa yang dapat menjamin RUU tersebut akan selesai tepat pada 14 November mendatang? Karena pengalaman membuktikan bahwa para wakil rakyat tersebut tidak dapat mengambil keputusan dikarenakan banyaknya benturan kepentingan yang membuat mereka tidak berani mengambil keputusan tegas terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;RUU yang saat itu masih bernama RUU APP (anti pornografi dan pornoaksi), hingga kini setelah melewati waktu yang cukup panjang, bahkan hingga RUU tersebut berganti nama menjadi RUU pornografi (RUUP) pun, para wakil rakyat itu tetap belum juga memberi kepastian kapan RUU tersebut akan di sahkan menjadi UU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Mereka menunda pengesahan RUU pornografi dengan alasan masih banyaknya pihak yang pro dan kontra terhadap pasal-pasal krusial yang terdapat dalam RUU tersebut. Padahal sesungguhnya, pro kontra dalam penetapan suatu hukum dan UU adalah hal yang wajar, karena setiap orang memiliki pendapat dan kepentingan masing-masing dan juga mengeluarkan pendapat selama tidak dilakukan dengan cara yang melanggar hukum adalah hak setiap warga Negara yang hidup di Negara demokrasi ini, akan tetapi, seyogyanya pemerintah lebih memperhatikan kemaslahatan umum dan terpeliharanya moralitas Bangsa, bukankah kenaikan BBM juga mengundang pro dan kontra serta reaksi keras dari masyarakat?? Tetapi kenapa pemerintah dapat dengan tegas bahkan tanpa memperhatikan pendapat masyarakat lagi memutuskan hal itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Apabila kita perhatikan, sesungguhnya penolakan terhadap RUU pornografi datang dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan pornografi itu sendiri baik itu sebagai pelaku pornografi dan pornoaksi, sutradara dan produser pembuat film yang menjual kedua hal tersebut yang hanya memperhitungkan budget dan tak lagi peduli terhadap idealisme, para pemilik dan penerbit majalah ataupun VCD porno, para pemasar (distributor) ataupun para penikmat (konsumen) pornografi dan pornoaksi itu sendiri, juga para gay dan lesbi yang terkait dengan salah satu pasal dalam RUU pornografi, ataupun daerah yang merasa eksistensinya terancam dengan disahkannya RUU tersebut. Sedangkan dorongan untuk segera disahkannya RUU pornografi datang dari elemen masyarakat yang peduli dengan moralitas bangsa dan telah merasa gerah dengan dampak negatif dari semakin maraknya pornografi dan pornoaksi yang dapat mengancam generasi penerus bangsa ini, seperti KAMMI, PAMMI, NU, dan lain sebagainya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Bali dan Papua, adalah dua daerah yang dengan keras menolak disahkannya RUU pornografi. Mereka beralasan bahwa disahkannya RUU pornografi (RUUP) dapat menyebabkan &lt;i&gt;disintegrasi&lt;/i&gt; bangsa Indonesia yang majemuk ini. Sebenarnya, apabila kita telaah dengan baik, penolakan masyarakat Bali terhadap RUU pornografi lebih dikarenakan faktor ekonomi (motif bisnis), dimana RUU pornografi menurut pandangan mereka dapat mengancam sumber mata pencaharian mereka. Sebagaimana kita ketahui, Bali sebagai daerah tujuan wisata baik turis lokal maupun mancanegara, memang sangat dekat dengan praktek pornografi dan pornoaksi. Serta ada sebagian tradisi dan kebudayaan mereka yang mereka anggap terancam dengan adanya RUUP tersebut. Begitu halnya dengan masyarakat Papua, mereka menganggap bahwa disahkannya RUUP ini akan mengancam keberadaan pakaian adat mereka. Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat Papua, memakai pakaian adat yang di sebut &lt;i&gt;koteka&lt;/i&gt;, yaitu pakaian yang terbuat dari dedaunan dan akar-akar pohon yang hanya menutupi bagian vital mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sesungguhnya, penolakan masyarakat terhadap RUUP ini lebih dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintah terhadap RUUP tersebut, sehingga masyarakat tidak banyak mengetahui isi dari pasal-pasal yang terdapat dalam RUUP tersebut. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang menolak RUU tersebut karena menganggap bahwa RUUP ini dapat menyebabkan perpecahan &lt;i&gt;(disintegrasi)&lt;/i&gt; bangsa, serta mengancam kelangsungan tradisi dan budaya masyarakat di beberapa daerah. Ini dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang isi dari pasal-pasal yang terdapat dalam RUUP ini. Seharusnya, apabila pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi dengan tokoh agama serta para kepala adat di berbagai daerah, tentu penolakan tersebut tidak sampai terjadi seperti ini. Karena masyarakat akan mengetahui bahwa tentang tradisi, kebudayaan ataupun yang berhubungan dengan kesenian masyarakat di atur dalam pasal khusus (pasal 14) dalam RUUP ini, sehingga mereka tidak perlu takut akan adanya RUUP ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Penolakan terhadap RUUP ini juga datang dari kalangan aktifis perempuan dan anak yang menganggap bahwa RUUP ini melanggar HAM karena memasung kebebasan berekspresi dan juga kreatifitas perempuan dan anak. Alasan mereka sungguh tidak dapat dibenarkan, karena dengan demikian, mereka menjadikan perempuan dan anak sebagai komoditi terbesar dalam lingkaran setan pornografi dan pornoaksi. Apakah kreatifitas dan kebebasan berekspresi harus dengan menonjolkan sensualitas dan mengedepankan seksualitas? Tentu tidak. Seseorang tetap bisa berekspresi dan berkreatifitas tanpa harus mengobral anggota tubuhnya apalagi sampai menjual dirinya. Sesungguhnya, adanya RUUP ini justeru melindungi kehormatan wanita dan anak-anak yang seringkali menjadi korban dari dampak negatif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pornografi dan pornoaksi, sebagaimana kita ketahui, disadari atau tidak, bahwa wanitalah yang seringkali menjadi bahan ekspoitasi seksual. Baik itu melalui media cetak, ataupun media elektronik seperti iklan-iklan produk yang menjual sensualitas tubuh wanita walaupun terkadang iklan itu tidak ada hubungannya dengan wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Memang, kebutuhan seksual dan pemenuhannya adalah sesuatu yang asasi bagi setiap manusia normal. Akan tetapi, bukan lantas hal itu menjadikan seseorang di benarkan untuk memuaskan nafsu seksual semaunya sampai tak lagi memperhatikan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. Karena semua telah di atur dengan baik dalam hukum agama maupun hukum Negara. Demikian juga dengan penampilan dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kebebasan berekspresi, itu juga merupakan hak asasi setiap orang. Tetapi, tentu kita semua tahu bahwa hak harus di sertai dengan di tunaikannya kewajiban. Dengan begitu, akan tercipta tatanan sosial yang seimbang dalam masyarakat dan tidak akan terjadi ketimpangan sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Walau bagaimanapun, RUU pornografi bukan hal yang negatif, RUUP ini tetap di butuhkan demi menjaga moralitas bangsa dengan adat ketimuran seperti Indonesia ini, yang semakin lama semakin mengkhawatirkan. Meningkatnya kejahatan seksual seperti pemerkosaan, pencabulan anak di bawah umur, kehamilan di luar nikah dan seks bebas merupakan dampak negatif dari maraknya pornografi dan pornoaksi yang semakin tak terkendali. Sebagai anggota masyarakat yang memiliki hati nurani, kita tidak bisa berpangku tangan menghadapi persoalan tersebut. Tentu harus ada tindakan nyata dan usaha bersama dari semua elemen masyarakat maupun pemerintah, untuk dapat menyelamatkan moral generasi bangsa. Karena di tangan generasi penerus bangsa lah masa depan bangsa ini di tentukan. (Bawean, 03 Oktober 2008)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-7058726014689713358?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/7058726014689713358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=7058726014689713358' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/7058726014689713358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/7058726014689713358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/10/elegi-ruu-pornografi-antara-moral-dan.html' title='ELEGI RUU PORNOGRAFI: Antara Moral dan Benturan Kepentingan'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-5234711562724788903</id><published>2008-09-19T14:01:00.003+07:00</published><updated>2008-09-19T14:01:00.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita dan dunianya'/><title type='text'>CANTIK DENGAN BACK TO NATURE</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah dari zaman nenek moyang, bahan-bahan alam yang berada di dekat Anda dapat menyempurnakan kecantikan tubuh dari rambut sampai ujung kuku kaki. Selain murah, bahan-bahannya juga gampang didapat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemiri untuk Rambut &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah bukan rahasia kalau kemiri bisa menyulap rambut lebih kuat dan subur sekaigus menghitamkan. Caranya mudah, tumbuk enam biji kemiri hingga halus lalu sangrai dengan sedikit air hingga berminyak. Setelah itu gosokkan minyak kemiri tersebut ke kulit kepala sambil dipijat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kayu Manis untuk Wajah &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski kecil, jerawat mengganggu penampilan. Pergunakanlah kayu manis untuk menepisnya! Campurkan satu sendok teh bubuk kayu manis dengan tiga sendok makan madu. Oleskan ramuan ini di jerawat sebelum tidur, lalu, basuh dengan air hangat ketika bangun tidur. Jangan takut dengan sensasi panas yang ditimbulkan kayu manis. Jika rutin melakukan ini, bukan mustahil kulit wajah bisa cling kembali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kunyit untuk Tangan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Polusi dan sinar matahari membuat kulit kusam. Akali dengan lulur kunyit yang bisa mencerahkan kulit. Untuk membuatnya, parutlah kunyit lalu campur air dan endapkan selama beberapa menit. Setelah itu, campurkan dengan tepung beras dan oleskan ke kulit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Madu untuk Kaki &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa yang tidak tergiur memiliki kaki berkilau nan lembut? Madu yang dikenal punya banyak khasiat bisa mewujudkan semua ini. Oleskan madu murni ke kulit, lalu tepuk-tepuk sampai mengering, Kemudian basuh dan dapatkan kulit lembab, lembut, dan berkilau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;hehe...sebenarnya, seiring dengan berkembangnya tekonologi, semua yang kita butuhkan untuk kecantikan fisik sudah tersedia secara instan dan praktis, tinggal beli dan pakai. atau kalau punya dana berlebih juga bisa datang ke salon untuk perawatan kecantikan rutin, tapi..ini adalah tips untuk orang-orang yang karena minimnya dana tidak bisa mendapatkan yang instan dan praktis apalagi ke salon...ya..seperti saya ini..(hiks-hiks..) btw, apa salahnya kita bersusah-susah sedikit dan berdamai dengan keadaan, hitung-hitung back to nature gitu dech..(bukannya sekarang lagi ngetrend tuh back to nature..hehe..sebenarnya ini hanya cara orang yang tidak mampu membeli untuk membela diri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ah...lagian kata mereka yang mengerti makna kecantikan sesungguhnya, kecantikan hakiki itu kan terpancar dari hati...inner beauty gitu deh..(nah ini termasuk cara orang yang merasa tidak cantik membela diri..hihi....jadi tersinggung nih....) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-5234711562724788903?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/5234711562724788903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=5234711562724788903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/5234711562724788903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/5234711562724788903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/09/cantik-dengan-back-to-nature.html' title='CANTIK DENGAN BACK TO NATURE'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-8321995567344989759</id><published>2008-09-13T14:12:00.000+07:00</published><updated>2008-09-13T14:16:35.994+07:00</updated><title type='text'>KESETARAAN GENDER DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; By: Raudhah El Jannah Raheem Ulhaque S.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gender, merupakan istilah yang baru dalam islam, karena sesungguhnya gender sendiri merupakan suatu istilah yang muncul di barat pada  sekitar ±  tahun 1980. digunakan pertama kali pada sekelompok ilmuan wanita yang juga membahas tentang peran wanita saat itu. Islam sendiri tidak mengenal istilah gender, karena dalam islam tidak membedakan kedudukan seseorang berdasarkan jenis kelamin dan tidak ada bias gender dalam islam. Islam mendudukkan laki-laki dan perempuan dalam posisi yang sama dan kemuliaan yang sama. Contoh konkretnya adalah islam tidak membedakan laki-laki dan wanita dalam hal  tingkatan takwa, dan surga juga tidak dikhususkan untuk laki-laki saja. Tetapi untuk laki-laki dan perempuan yang bertakwa dan beramal sholih.&lt;br /&gt;Islam mendudukkan wanita dan laki-laki pada tempatnya. Tak dapat dibenarkan anggapan para orientalis dan musuh islam bahwa islam menempatkan wanita pada derajat yang rendah atau di anggap masyarakat kelas dua. Dalam islam, sesungguhnya wanita dimuliakan. Banyak sekali ayat Al-qur’an ataupun hadis  nabi yang memuliakan dan mengangkat derajat wanita. Baik sebagai ibu, anak, istri, ataupun sebagai anggota masyarakat sendiri. Tak ada diskriminasi antara laki-laki dan perempuan dalam islam, akan tetapi yang membedakan keduanya adalah fungsionalnya, karena kodrat dari masing-masing.&lt;br /&gt;وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ﴿النساء:١٩﴾&lt;br /&gt;Pergaulilah mereka (istrimu) dengan baik (An-Nisa’:19)&lt;br /&gt;Potongan ayat 19 surah An-Nisa’ di atas merupakan kaidah robbani yang baku yang ditujukan kepada kaum laki-laki yang di sebut kaum bapak agar berbuat baik kepada kaum wanita/ibu, baik dalam pergaulan domestik (rumah tangga) maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, jika ada hadis, meskipun itu statusnya hadis shahih, lebih-lebih lagi itu hadis qawliyah yang substansinya bertentangan dengan kaidah baku tersebut (ta’arud), maka hadis itu perlu di analisa dan dikritik sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu kritik hadis yang berlaku.  Analisa seperti ini perlu di lakukan mengingat tidak ada satupun riwayat yang menyatakan bahwa rasulullah saw. Secara prakteknya pernah menghardik, memukul apalagi mengeksploitasi kaum wanita.&lt;br /&gt;Gender merupakan konstruksi sosial, masyarakat sendiri yang membentuk konsep gender tersebut. Gender adalah arti yang di berikan menurut klasifikasi jenis kelamin (biologis) juga merupakan tuntutan dalam masyarakat bagaimana seseorang harus bersikap menurut jenis kelaminnya. Kata kata الجنس yang di artikan sebagai gender sendiri mengalami banyak perdebatan/penolakan di kalangan cendekiawan ataupun ulama’ islam sendiri karena bukan berasal dari akar kata bahasa arab. Dalam islam kita mengenal kata الجنس yang sering di artikan sebagai gender. Kata tersebut sesungguhnya berasal dari bahasa yunani.&lt;br /&gt;Apabila di telaah lebih jauh, perlakuan dan anggapan masyarakat yang merendahkan wanita dan menganggap wanita sebagai masyarakat kelas dua sesungguhnya merupakan pengaruh cultural (kebudayaan) yang berlaku di masyarakat tertentu. Bukan berasal dari ajaran islam. Sebagai contoh adalah kultur atau budaya masyarakat jawa, terutama masyarakat zaman dulu yang menganggap bahwa wanita tidak perlu menuntut ilmu (sekolah) tinggi-tinggi karena nantinya mereka hanya akan kembali ke dapur, walaupun akhirnya seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, anggapan seperti ini mulai pudar namun tidak jarang kebanyakan kaum adam, khususnya dalam pergaulan rumah tangga menganggap secara mutlak bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. juga anggapan bahwa wanita tugasnya 3M (macak, manak, masak) ataupun pandangan bahwa wanita akan ikut menanggung perbuatan suaminya (surga nunut neraka katut). Padahal dalam Alqur’an sendiri dijelaskan bahwa tiap orang menanggung akibat/dosa dari perbuatannya masing-masing dan islam tidak mengenal dosa turunan. Bentukan cultural yang merendahkan wanita ini menyebabkan laki-laki memegang otoritas di segala bidang kehidupan masyarakat (patriarki), baik dalam pergaulan domestic (rumah tangga), pergaulan sosial ataupun dalam politik.&lt;br /&gt;Ayat Alqur’an surah An-Nisaa’ ayat 34, seringkali di jadikan dalil bagi mereka yang beranggapan bahwa dalam islam, kedudukan laki-laki lebih mulia dari pada wanita. Padahal jika di telaah lebih dalam, sesungguhnya ayat tersebut sebenarnya memuliakan wanita karena dalam ayat tersebut, tugas mencari nafkah di bebankan kepada laki-laki. Ayat tersebut juga menjelaskan secara implisit bahwa tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan wanita, akan tetapi yang membedakan antara keduanya adalah dari segi fungsionalnya karena kodrat masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيّاً كَبِيراً ﴿النساء:٣٤﴾&lt;br /&gt;“kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka, sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi Lagi Maha Benar.”(an-Nisa’/4:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut, sesungguhnya dapat kita ketahui bahwa keistimewaan laki-laki dari pada wanita salah satunya adalah karena tanggung jawabnya dalam memberi nafkah pada keluarganya. Maka ketika seorang laki-laki tidak menunaikan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, maka boleh jadi kedudukannya tidak jauh berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-8321995567344989759?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/8321995567344989759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=8321995567344989759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/8321995567344989759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/8321995567344989759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/09/kesetaraan-gender-dalam-islam.html' title='KESETARAAN GENDER DALAM ISLAM'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-972017042333401568</id><published>2008-09-11T10:44:00.000+07:00</published><updated>2008-09-11T11:00:12.763+07:00</updated><title type='text'>contoh takhrij hadis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;متن الحديث&lt;br /&gt;قال الإمام الترمذي&lt;br /&gt;حدثنا عبد الله بن معاوية الجمحي البصري حدثنا عبد العزيز بن مسلم حدثنا أبو ظلال عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم:  ((من صلّى الفجر في جماعة ثمّ قعد يذكر الله حتّى تطلع الشمس, ثمّ صلّى ركعتين, كانت له كأجر حجّة وعمرة)) قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم: (( تامّة تامّة تامّة ))&lt;br /&gt;قال ابو عيسى, هذا حديث حسن غريب. قال محمد بن إسماعيل وأبو ظلال إسمه هلال, وهو مقارب الحديث.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;صورة السند&lt;br /&gt;رسول الله&lt;br /&gt;أنس&lt;br /&gt;أبو ظلال&lt;br /&gt;عبد العزيز بن مسلم&lt;br /&gt;عبد الله بن معاوية الجمحي&lt;br /&gt;الترمذي/ ابو عيسى                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (90 هـ)                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     (167)          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                      (243هـ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                    (279هـ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ترجمة الرواة&lt;br /&gt;1. أنس بن مالك بن النضر. (90هـ)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    هو صحابي جليل مشهور&lt;br /&gt;2. أبو ظلال&lt;br /&gt;الإسم: هلال بن أبي هلال.&lt;br /&gt;ويقال: إبن أبي مالك, وإسم أبيه ميمون, ويقال: سويد ويقال: يزيد ويقال: زيد, أبو ظلال القسمليّ البصريّ الأعمى.&lt;br /&gt;روى عن     : أنس بن مالك.&lt;br /&gt;روى عنه     : حماد بن سلمة, وعبد العزيز بن مسلم وجعفر بن سليمان وسلام بن مسكين ومروان بن معاوية ويحيى بن المتوكّل وشعيب بن بيان ويزيد بن هارون وغيرهم.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;قال معاوية بن صالح عن ابن معين: أبو ظلال إسمه هلال ليس بشيئ&lt;br /&gt;وقال عباس الدوري عن إبن معين : أبو ظلال هو هلال القسملي ضعيف ليس بشيئ&lt;br /&gt;وقال البخاري: مقارب الحديث&lt;br /&gt;وقال أبو عبيد الأجري: سألت أباداود عنه, فلم يرضه وغمزه&lt;br /&gt;وقال النسائى: ضعيف.&lt;br /&gt;وقال فى موضع اخر: ليس بثقة.&lt;br /&gt;وقال ابو احمد بن بن عدي: وعامة ما يرويه لا يتابعه عليه الثقات&lt;br /&gt;وذكره إبن حبان فى كتاب ((الثقات))&lt;br /&gt;استشهد به البخارى وروي له الترمذي.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. عبد العزيز بن مسلم&lt;br /&gt;الإسم: عبد العزيز بن مسلم القسمليّ, مولاهم ابو زيد المروزي, ثم البصري, اخو المغيرة بن مسلم السرّاج&lt;br /&gt;سكن البصرة, وقيل نزل فى القسامل قسب اليهم. يقال أصلهم من مرو, ويقال: نزلوا مرو. قال احمد بن حنبل وعمرو بن علي وغير واحد: مات سنة سبع وستين ومئة (167هـ)&lt;br /&gt;روى عن  :حصين بن عبد الرحمن, الرابيع بن أنس, أبي ظلال القسمليّ (ت), ...وغيرهم.&lt;br /&gt;روى عنه    : عبدالله بن معاوية الجمحي (ت), عبدالرحمن بن مهدي,... وغيرهم.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;قال إسحاق بن منصور عن يحي بن معين: ثقة.&lt;br /&gt;وقال أبو حاتم: صالح الحديث, ثقة.&lt;br /&gt;وقال أبو عامر العقدي: حدثنا عبد العزيز بن مسلم, وكان من العابدين.&lt;br /&gt;وقال يحي بن إسحاق : حدثنا عبد العزيز بن مسلم, وكان من الأبدال&lt;br /&gt;روى له الجماعة سوى ابن ماجه.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. عبدالله بن معاوية الجمحيّ&lt;br /&gt;الإسم: عبدالله بن معاوية بن موسى بن أبي غليظ بن نشيط بن مسعود بن أميّة بن خلف القرشيّ الجمحيّ, أبو جعفر البصري.&lt;br /&gt;قال موسى وهارون: مات بالبصرة سنة ثلاث وأربعين ومائتين (243هـ)&lt;br /&gt;روى عن    : ثابت بن يزيد الأحول, وصالح المري, والحمادين, وعبد العزيز بن مسلم, وغسان بن برذين, ومهدي بن ميمون, ووهيب بن خالد, وجماعة.&lt;br /&gt;روى عنه    : ابو داود, الترمذى, وابن ماجه, وابن ابي الدنيا, والمعمري, وأبو حبيب اليزني, وعبد الله بن العباس الطيالسي. &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;- ذكره إبن حبان فى ((الثقات))&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- ثقة&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. الترمذى&lt;br /&gt;الإسم: محمد بن عيسى بن سورة بن موسى بن الضحاك, وقيل: ابن السّكن السّلميّ, أبو عيسى الترمذى, احمد الأئمة.&lt;br /&gt;طاف البلاد, وسمع خلقا من الخراسانيين والعراقيين والحجازيين وقد ذكروا في هذا الكتاب.&lt;br /&gt;وقال المستغفري: مات فى رجب سنة تسع وسبعين ومائتين (279هـ)&lt;br /&gt;روى عنه   : أبو حامد أحمد بن عبد الله بن داود المروزي التاجر, والهيثم بن كليب الشامي, ومحمد بن محبوب أبوالعباس المحبوبي المروزي, واحمد بن يوسف النسفي, وأبو الحارث أسد بن حمدوية, وداود بن نصر بن سهيل البزدوي, وعبد بن محمد بن محمود النسفي, ومحمود بن نمير.&lt;br /&gt;قلت: وقال الخليلي, ثقة متفق عليه, واما أبو محمد بن حزم فإنه نادى على نفسه بعدم الإطلاع.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الخلاصة: بهذا نأتى إلى الخلاصة بأنّ هذا الحديث بهذا السند ضعيف لضعف أبو ظلال .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الإمام الطبرانى&lt;br /&gt;حدثنا الحسين بن إسحاق التستري ثنا سهل بن عثمان ثنا المحاربي عن الأحوص بن حكيم عن عبد الله  بن غابر عن أبي أمامة قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم: ((من صلّى صلاة الصبح  في مسجد جماعة يثبت فيه حتّى يصلّي سبحة الضحى كان كأجر حاجّ أومعتمرتامّا حجّته وعمرته))&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;رسول الله&lt;br /&gt;أبي أمامة&lt;br /&gt;عبد الله  بن غابر&lt;br /&gt;الأحوص بن حكيم&lt;br /&gt;المحاربي&lt;br /&gt;سهل بن عثمان&lt;br /&gt;الطبراني&lt;br /&gt;الحسين بن إسحاق&lt;br /&gt;التستريصورة السند&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                              (81هـ)&lt;br /&gt;                                                                     &lt;br /&gt;(112 هـ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                        (168هـ)&lt;br /&gt;                                               &lt;br /&gt;(195 هـ)&lt;br /&gt;                    (235 هـ)&lt;br /&gt;                                              &lt;br /&gt;   (270هـ)&lt;br /&gt;                                                  &lt;br /&gt;(360هـ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ترجمة الرواة&lt;br /&gt;1.     أبي أمامة&lt;br /&gt;الإسم : صديّ بن عجلان بن الحارث, ويقال ابن وهب , ويقال ابن عمرو بن وهب بن عريب بن وهب بن رياح بن الحارث بن معن بن مالك بن أعصر الباهليّ, أبو أمامة, مشهور بكنيته. سكن حمص من الشام. &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وتوفي أبو أمامة سنة إحدى وثمانين (81), وقيل: سنة ست وثمانين, وهو آخر من مات بالشام, من أصحاب النبي صلّى الله عليه وسلّم – فى قول بعضهم.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;روى عن: النبي صلى الله عليه وسلم, وعمر, وعثمان, وعلي, وأبي عبيدة, ومعاذ, وأبي الدّرداء, وعبادة بن الصّامت, وعمرو بن عبسة, وغيرهم.&lt;br /&gt;روى عنه: أبو سلام الأسود,ومحمد بن زياد الألهانى,  وشرحبيل بن مسلم, وشداد, وابو عمار,  والقاسم بن عبدالرحمن, وشهر بن حوشب, ومكحول, وخالد بن معدان, وغيرهم.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;قال ابن سعد : سكن الشّام, وأخرج الطبراني ما يدلّ على أنه شهد أحدا, لكن بسند ضعيف.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وقال إبن حبان: كان مع علي بصفّين&lt;br /&gt;- وكان من المكثرين فى الرواية, وأكثر حديثه عند الشاميين.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. عبد الله  بن غابر&lt;br /&gt;الإسم: عبد الله  بن غابر الألهاني أبو عامر الشامي الحمصي&lt;br /&gt;روى عن :ثوبان, وأبى الدرداء,  وأبي أمامة,  وعبد الله بن بشر, وعتبة بن عبد السلمي, وحابس الطائي, وغيرهم.&lt;br /&gt;روى عنه : الأحوص بن حكيم, ارطاة بن المنذر, وثور بن يزيد, وحرير ابن عثمان, ومعاوية بن صالح الحمصيون, وآخرون.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل&lt;br /&gt;ذكره ابن حبان في كتاب ((الثقات)).&lt;br /&gt;وقال الدارقطنى حمصي: لا بأس به&lt;br /&gt;وقال العجلي شامي تابعي: ثقة.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. الأحوص بن حكيم&lt;br /&gt;الإسم: الأحوص بن حكيم بن عمير وهو عمرو بن الأسود العنسيّ, ويقال: الهمدانيّ, الحمصيّ, وقيل إنّه دمشقيّ, والصحيح أنه حمصيّ.&lt;br /&gt;روى له ابن ماجه: كان قدوم المهديّ الريّ في سنة ثمان وستين ومئة (168هـ).&lt;br /&gt;روى عن: حبيب بن صهيب إن كان محفوظا, وعن ابيه حكيم بن عمير, وخالد بن معدان, وراشد بن سعد, وعبد الحكيم بن جابر, وابي عامر عبد الله بن غابر الألهانيّ, وابي الزاهريّة, وغيرهم.&lt;br /&gt;روى عنه: بقيّة بن الوليد, والجراح بن مليح البهرانيّ, وخالد بن عبد الرحمن العطّار, وزهير بن معاوية, وسفيان ابن عيينة, وعبد الرحمن بن محمد المحارابيّ, ويحيى بن سعيد الأموي, وغيرهم.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;ذكره خليفة بن خياط فى الطبقة الرابعة من اهل الشامات.&lt;br /&gt;وقال البخاري: قال عليّ: كان ابن عيينة يفضّل الأحوص على ثور فى الحديث.&lt;br /&gt;وقال عليّ : الأحوص صالح. وقال في موضع آخر: ثقة.&lt;br /&gt;وقال في رواية: لا يكتب حديثه.&lt;br /&gt;وقال إبراهيم بن هانىء النيسابوريّ, عن احمد بن حنبل: لا يسوى حديثه شيئا.&lt;br /&gt;وقال إسحاق بن منصور, وابراهيم بن عبد الله بن الجنيد, ومعاوية بن صالح, ومحمد بن عثمان بن ابي شيبة, عن يحيى بن معين : ليس بشيئ.&lt;br /&gt;وقال العجليّ: لا بأس به.&lt;br /&gt;وقال يعقوب بن سفيان: كان- زعموا – رجلا, عابدا, مجتهدا, وحديثه ليس بالقوي.&lt;br /&gt;وقال النسائي: ضعيف. وقال في موضع آخر: ليس بثقة.&lt;br /&gt;وقال عبد الرحمن بن ابي حاتم: سمعت ابي يقول: ليس بقويّ, منكر الحديث.&lt;br /&gt;وقال الحافظ ابو القاسم: بلغني أن محمد بن عوف سئل عنه, فقال: ضعيف الحديث.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn15" name="_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   4. المحاربي&lt;br /&gt;الإسم: عبد الرحمن بن محمد بن زياد المحاربيّ, ابو محمد الكوفيّ.&lt;br /&gt;قال البخاري, عن محمود بن غيلان: مات سنة خمس وتسعين ومائة (195 هـ).&lt;br /&gt;روى عن : أبراهيم بن مسلم الهجريّ, وإسماعيل بن ابي خالد, وإسماعيل بن رفع المدنيّ, وإسماعيل بن مسلم المكّي, وأشعث بن سوّار, وبكر بن خنيس, وحجاج بن أرطاة, وغيرهم.&lt;br /&gt;روى عنه :إبراهيم بن يوسف الحضرميّ الصيرفيّ, واحمد بن محمد بن حنبل, وداود بن رشيد, وسفيا بن وكيع بن الجراح, وسهل بن عثمان العسكريّ, وصالح بن سهيل النخعيّ, وهناد بن السريّ, وغيرهم.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;وقال ابو بكر بن ابي خيثمة عن يحيى بن معين: ثقة.&lt;br /&gt;وقال النسائى: ثقة. وقال في موضع آخر: ليس به بأس&lt;br /&gt;وذكره ابن حبان في كتاب ((الثقات))&lt;br /&gt;قال ابو حاتم: صدوق إذا حدث عن الثقات, ويروي عن المجهولين احاديث منكره فيفسد حديثه بروايته عن المجهولين.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn16" name="_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. سهل بن عثمان&lt;br /&gt;الإسم: سهل بن عثمان بن فارس الكنديّ, ابو مسعود العسكري الحافظ نزيل الرّي.&lt;br /&gt;قال ابو بكر بن أبي عاصم: مات سنة خمس ثلاثين ومئتين (235 هـ).&lt;br /&gt;روى عن: إبراهيم بن حميد الطويل, وإبراهيم بن سعد, وحماد بن زيد, وزيد بن الحباب, وسعير بن الخمس, عبد الرحمن بن محمد بن المحاربيّ, وعليّ بن غراب, ووكيع بن الجراح, ويزيد بن زريع, وغيرهم.&lt;br /&gt;روى عنه: مسلم, وابراهيم بن حرب العسكريّ, والحسن بن سفيان, الحسين بن إسحاق, وعمر بن مدرك القاص, ومحمد بن يحيى بن سهل بن محمد الزبير العسكريّ, وغيرهم.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;- قال ابو حاتم: صدوق.&lt;br /&gt;- وقال ابو شيخ: له غرائب كثيرة.&lt;br /&gt;- وذكره ابن حبان في كتاب ((الثقات)).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn17" name="_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;6. الحسين بن إسحاق&lt;br /&gt;الإسم: الحسين بن إسحاق, ابن إبراهيم التستريّ الدقيق.&lt;br /&gt;وفاته في سنة تسعين ومئتين (270هـ)&lt;br /&gt;روى عن : هشام بن عمار, وسعيد بن منصور, ويحيى الحمّاني, وشيبان ابن فروخ, وعبدالله بن ذكوان, ودحيما, وعليّ بن بحر القطّان, وطبقتهم.&lt;br /&gt;روى عنه: ابنه عليّ, وسهل بن عبدالله التستريّ الصغير, أبو جعفر العقيلي, وابو محمد بن زبر, وسليمان الطّبراني, وآخرون.&lt;br /&gt;الجرح والتعديل:&lt;br /&gt;-       وكان من الحفاظ الرحّالة.&lt;br /&gt;-       أكثر عنه ابو القاسم الطّبراني.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftn18" name="_ftnref18"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. الطبراني (360هـ)&lt;br /&gt;·       الخلاصة: بهذا نأتى إلى الخلاصة بأنّ هذا الحديث بهذا السند ضعيف لضعف الأحوص بن حكيم.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المراجع&lt;br /&gt;الترمذي, سنن الترمذي, بيروت: دار الفكر, 1414 ﻫ / 1994م.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شهاب الدين احمد بن علي بن حجر العسقلاني, تقريب التهذيب, بيروت: دار الفكر,&lt;br /&gt;       1415هـ/ 1995م.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____, تهذيب التهذيب, بيروت: دار الفكر, 1415هـ / 1995م.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____, الإصابة في تمييز الصحابة, المحقق: عادل احمد عبد الموجود وعلي محمد&lt;br /&gt;        مغوض. ( بيروت: دار الكتب العلمية, 1382 هـ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إمام شمس الدين محمد بن احمد بن عثمان الذهبي, الجرح والتعديل,  محقق: خليل بن&lt;br /&gt;        محمد العربي, القاروق الحديثة, 1424 هـ\ 2003م.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____, سير اعلام النبلاء, (بيروت: مؤسسة الرسالة, 1406 هـ / 1986م)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الطبراني, المعجم الكبير, المحقق: حمدي عبد المجيد السّلفي, (بيروت: مزيدة ومنقحة),&lt;br /&gt;       الطبعة الثانية.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عزالدين ابن الأثير أبي الحسن عليّ بن محمد الجزري, أسد الغابة في معرفة الصحابة,&lt;br /&gt;       تحقيق وتعليق: عادل احمد عبد الموجود وعلي محمد مغوض. (بيروت: دار الكتب العلمية, 1382)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحافظ المتقن جمال الدين أبي الحجاج يوسف المزّى, تهذيب الكمال, (بيروت: مؤسسة&lt;br /&gt;        الرسالة, 1418هـ / 1998م).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; الترمذى, سنن الترمذي, (بيروت: دار الفكر, 1414 ﻫ / 1994م) , ج.2  ص 100 الرقم: 586&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;  شهاب الدين احمد بن علي بن حجر العسقلاني, تقريب التهذيب, (بيروت: دار الفكر, 1415هـ / 1995م) ج. 1  ص. 60&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  شهاب الدين احمد بن علي بن حجر العسقلاني, تهذيب التهذيب, (بيروت: دار الفكر, 1415هـ / 1995م) ج. 9  ص. 90-94.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;&lt;/a&gt; [4]  الحافظ المتقن جمال الدين أبي الحجاج يوسف المزّى, تهذيب الكمال, (بيروت: مؤسسة الرسالة, 1418هـ / 1998م) ج. 4 ص. 530. &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; تهذيب التهذيب, المرجع السابق, ج. 4 ص. 497-498.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  تهذيب الكمال, المرجع السابق , ج. 4 ص. 292.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;  إمام شمس الدين محمد بن احمد بن عثمان الذهبي, الجرح والتعديل,  محقق: خليل بن محمد العربي (القاروق الحديثة, 1424 هـ\ 2003م) ج 2 ص 300&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;  تهذيب التهذيب, المرجع السابق , ج. 7  ص 497-498. &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;  الطبراني, المعجم الكبير, المحقق: حمدي عبد المجيد السّلفي, (بيروت: مزيدة ومنقحة), الطبعة الثانية, ج. 2 ص. 154 الرقم: 7663&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; احمد بن علي بن حجر العسقلاني, الإصابة في تمييز الصحابة, المحقق: عادل احمد عبد الموجود وعلي محمد مغوض,( بيروت: دار الكتب العلمية, 1382 هـ) ج. 3 ص. 339&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt; عزالدين ابن الأثير أبي الحسن عليّ بن محمد الجزري, أسد الغابة في معرفة الصحابة, تحقيق وتعليق: عادل احمد عبد الموجود وعلي محمد مغوض, ( بيروت: دار الكتب العلمية, 1382هـ) ج. 6 ص. 15.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; الإصابة في تمييز الصحابة, المرجع السابق, ص. 339-340&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt; أسد الغابة في معرفة الصحابة, المرجع السابق, ص. 14&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;  تهذيب التهذيب, المرجع السابق , ج. 5  ص 309- 310&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref15" name="_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;  تهذيب الكمال, المرجع السابق , ج. 2 ص. 289- 294&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref16" name="_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt;  نفس المرجع, ج. 7 ص. 386 - 389&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref17" name="_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt;  نفس المرجع, ج. 12 ص. 197 - 200&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6863481797603119236#_ftnref18" name="_ftn18"&gt;[18]&lt;/a&gt; الإمام شمس الدين محمد احمد بن عثمان الذهبيّ, سير اعلام النبلاء, (بيروت: مؤسسة الرسالة, 1406 هـ / 1986م) ج. 14 ص. 57. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-972017042333401568?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/972017042333401568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=972017042333401568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/972017042333401568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/972017042333401568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/09/contoh-takhrij-hadis.html' title='contoh takhrij hadis'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-536236113664482285</id><published>2008-09-10T10:26:00.000+07:00</published><updated>2008-09-10T10:33:07.430+07:00</updated><title type='text'>PRO KONTRA IBU HAMIL BERPUASA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan telah tiba. Setiap umat islam di seluruh dunia menyambutnya dengan gembira. Tak terkecuali bagi calon ibu. Sebagai umat islam, tentu ingin menunaikan ibadah yang menjadi Rukun Islam ini. Akan tetapi hingga kini, boleh tidaknya ibu hamil dan menyusui berpuasa masih sering diperdebatkan orang. Ada yang mengaitkannya dengan kondisi ibu yang lemah, maupun asupan kalori bagi janin di dalam kandungan, yang bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janinnya dikemudian hari.&lt;br /&gt;Ternyata, semua ketakutan itu tidak beralasan sama sekali. Bahkan dokter kandungan tidak melarang wanita hamil untuk berpuasa selama sang ibu tidak mengalami gangguan pada kehamilannya. Selama ibu hamil mampu berpuasa, itu tidak menjadi masalah baginya. Biasanya orang yang masih hamil muda atau dalam trimester pertama masih mengalami muntah dan badannya lemah. Dan banyak yang tidak kuat berpuasa. Namun dalam trimester berikutnya ketika ibu sudah lebih kuat, tidak masalah bila berpuasa. Sebab, berpuasa itu sebenarnya hanya menggeser waktu makan saja.&lt;br /&gt;Di anjurkan agar wanita hamil yang berpuasa untuk makan sahur dengan gizi yang baik dan seimbang. Bahkan bila perlu makan malam hari sebelum tidur, termasuk banyak minum air atau cairan. Hindari kegiatan fisik yang tidak perlu karena biasanya ibu hamil yang berpuasa mudah kekurangan cairan dan juga hindari tempat-tempat panas agar tidak mengalami dehidrasi.&lt;br /&gt;Pergeseran waktu makan tersebut tenyata tidak berdampak apapun tehadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Setidaknya hingga kini belum ada hasil penelitian yang menguatkan ketakutan akan hal itu. Akan tetapi di anjurkan agar ibu yang kondisi fisiknya lemah, misalnya tengah hamil muda atau berbadan kurus sebaiknya jangan berpuasa dulu. Lebih baik konsultasikan lebih dahulu pada dokter untuk melihat kondisi ibu dan bayinya untuk mengetahui boleh tidaknya berpuasa. Karena dalam agama juga memberikan keringanan kepada ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa demi kesehatan ibu ataupun bayinya. Akan tetapi mereka tetap di wajibkan mengqodho’/membayar dengan berpuasa di lain hari atau juga dapat di ganti dengan membayar fidyah.&lt;br /&gt;Nasihat serupa juga berlaku bagi ibu yang tengah menyusui. Hanya saja, bagi ibu yang tengah memberikan ASI eksklusif pada bayinya sebaiknya jangan berpuasa dulu, kecuali bila sang bayi sudah mendapatkan makanan tambahan. Kalau tetap ingin berpuasa dan ASI-nya berkurang, sebaiknya keesokan harinya jangan berpuasa. Jika ibu sampai kekurangan gizi, maka produksi ASI-nya akan terganggu. Ibu hamil atau menyusui jangan sampai dehidrasi, karena tubuh tidak bisa menyimpan cairan seperti halnya menyimpan cadangan makanan. (sumber: majalah Ayah Bunda)&lt;br /&gt;( a little gift for Zia_Info from Taman_Surga) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-536236113664482285?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/536236113664482285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=536236113664482285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/536236113664482285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/536236113664482285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/09/pro-kontra-ibu-hamil-berpuasa.html' title='PRO KONTRA IBU HAMIL BERPUASA'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-6464239308274278224</id><published>2008-08-29T19:33:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T20:02:42.643+07:00</updated><title type='text'>HADIS-HADIS BERMASALAH SEPUTAR RAMADHAN</title><content type='html'>HADIS-HADIS BERMASALAH SEPUTAR RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Taman_Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, bulan Ramadhan kembali tiba, dan alangkah beruntungnya kita semua dapat kembali bertemu dengan bulan yang penuh ampunan dan barokah ini. Ketika bulan ramadhan tiba, biasanya ramai orang-orang berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah dengan tujuan agar mendapat pahala yang berlipat ganda. Orang yang tadinya tak pernah sholat, mendadak ketika Ramadhan tiba, menjadi orang yang paling rajin sholat berjamaah di masjid dan berada di shaf paling depan. Karena ketika bulan Ramadhan, katanya pahala kita di lipat gandakan dan setiap yang kita lakukan akan di hitung ibadah.&lt;br /&gt;Ketika bulan Ramadhan tiba, ramai pula masjid di isi dengan kegiatan pengajian. Para ustadz dan ustadzah dengan penuh semangat menyampaikan hadis-hadis yang berisi tentang keutamaan bulan ramadhan. Entah hadis yang mereka sampaikan itu hadis shahih atau bukan, yang jelas mereka berusaha untuk menggelorakan semangat masyarakat agar memperbanyak ibadah di bulan ramadhan. Karena itu, tak heran, hadis-hadis tentang keutamaan ramadhan begitu populer di masyarakat (hadis masyhur). Padahal tidak semua hadis-hadis tentang fadhilah (keutamaan) Ramadhan yang banyak di sampaikan para penceramah itu dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiyah. Meskipun di antara hadis-hadis itu ada yang shahih, tetapi juga tidak sedikit yang dha’if (lemah), bahkan parah sekali kedha’ifannya, bahkan juga ada yang tergolong maudhu’ (hadis palsu). Padahal, dalam disiplin ilmu hadis, hadis yang parah kelemahannya, seperti hadis maudhu’, hadis matruk, dan hadis munkar tidak dapat di jadikan sebagai dalil apapun walaupun untuk dalil amal-amal kebajikan (fadha’ilul a’mal). Sebab, salah satu syarat dapat digunakannya hadis-hadis dha’if untuk dalil fadha’ilul a’mal adalah kedha’ifan hadis tersebut tidak parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut di antara beberapa hadis-hadis populer di masyarakat tentang keutamaan bulan ramadhan yang bermasalah menurut para ulama’ ahli hadis:&lt;br /&gt;1. Hadis tentang Ramadhan di Awali Rahmat&lt;br /&gt;Hadis ini paling sering di sampaikan penceramah pada setiap bulan ramadhan, teks selengkapnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;اول شهر رمضان رحمة واوسطه مغفرة واخره عتق من النار&lt;br /&gt;“Permulaan bulan Ramadhan itu rahmat, pertengahannya maghfirah, dan penghabisannya merupakan pembebasan dari api neraka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rawi Dan Sanad Hadis&lt;br /&gt;Hadis ini di riwayatkan oleh Al-Uqaili dalam kitab Al-Dhu’afa, Ibnu ‘Adiy, Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitab Tarikh Baghdad, Al-Dailami dan Ibnu ‘Asakir. Sementara sanadnya adalah:&lt;br /&gt;Sallam Bin Sawwar, dari Maslamah Bin Al-Shalt, dari Al-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw.&lt;br /&gt; Kualitas Hadis&lt;br /&gt;Menurut Imam Al-Suyuti, hadis ini nilainya dha’if (lemah), dan menurut ahli masa kini, seikh Muhammad Nashir Al-Din Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini Munkar. Pernyataan Al-Albani ini tidak berlawanan dengan pernyataan Al-Suyuti, karena hadis munkar adalah bagian dari hadis dha’if. Hadis munkar adalah hadis dimana dalam sanadnya terdapat rawi yang pernah melakukan kesalahan yang parah, pelupa, atau ia seorang yang jelas melakukan maksiat (fasiq). Hadis munkar termasuk kategori hadis yang sangat lemah dan tidak dapat dipakai sebagai dalil apapun. Sebagai hadis dha’if (lemah) ia menempati urutan ketiga sesudah hadis matruk (semi palsu) dan maudhu’ (palsu).&lt;br /&gt;Sumber kelemahan hadis ini adalah dua orang rawi yang bernama Sallam Bin Sawwar dan Maslamah Bin Al-Shalt. Menurut kritikus hadis Ibn ‘Adiy (w.365 H.), sallam bin sawwar adalah munkar al-hadits (hadisnya munkar). Sementara kritikus hadis imam ibn hibban (w.354 H) mengatakan bahwa sallam bin sulaiman tidak boleh dijadikan hujjah (pegangan), kecuali apabila ada rawi lain yang meriwayatkan hadisnya.&lt;br /&gt;Sedangkan Maslamah Bin Al-Shalt menurut Abu Hatim adalah matruk. Secara etimologis, matruk berarti ditinggalkan. Sedangkan menurut terminologi ilmu hadis, hadis matruk adalah hadis dimana sanadnya terdapat rawi yang di tuduh sebagai pendusta. Dan hadis matruk adalah adik hadis maudhu’, karena dalam hadis matruk rawinya di tuduh sebagai pendusta ketika meriwayatkan hadis, karena perilaku sehari-harinya dusta. Sementara dalam hadis maudhu’ rawinya adalah pendusta. Hadis maudhu’(palsu) dan hadis matruk (semi palsu) adalah sama-sama lahir dari rawi pendusta.&lt;br /&gt;Jadi hadis ini dapat di sebut hadis munkar karena faktor rawi yang bernama Sallam Bin Sawwar dan dapat juga di sebut hadis matruk karena faktor rawi yang bernama Maslamah Bin Al-Shalt. Dan tentu saja, matruk lebih buruk dari pada munkar. Oleh sebab itu, hadis ini tidak dapat di jadikan dalil untuk masalah apapun, dan tidak layak pula di sebut-sebut dalam ceramah atau pengajian bulan ramadhan. Apalagi para ulama’ hadis mengatakan bahwa meriwayatkan hadis dha’if itu tidak di benarkan kecuali disertai penjelasan tentang kedha’ifan hadis tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadis Tentang Ramadhan Setahun Penuh&lt;br /&gt;Teks hadis tersebut berbunyi:&lt;br /&gt;عن ابن عباس رضي الله عنهما انه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: لو تعلم امتي مافي رمضان  لتمنو ٲن تكون السنة كلها رمضان&lt;br /&gt;“ Dari Ibnu Abbas ra dia berkata: “ saya pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda, “ seandainya ummatku mengetahui pahala ibadah bulan ramadhan, niscaya mereka menginginkan supaya satu tahun penuh menjadi bulan ramadhan semua.”&lt;br /&gt;Hadis dengan teks seperti ini antara lain terdapat dalam kitab Durrah Al-Nashihin, sebuah kitab berisi petuah-petuah untuk  beribadah, namun di tuding oleh banyak orang khususnya oleh para ahli hadis sebagai kitab yang banyak berisi hadis-hadis palsu dan kisah-kisah imajinasi (isra’iliyaat). Lewat kitab ini pula nampaknya hadis tersebut di atas populer di masyarakat, karena kitab durroh al-nashihin ini banyak di ajarkan di pesantren tradisional dan majelis ta’lim.&lt;br /&gt; Tanda-Tanda Palsu&lt;br /&gt;Melihat teks panjang(lengkap) hadis tersebut, dapat di katakan bahwa hadis di atas adalah palsu, betapa tidak, seorang yang berpuasa satu hari saja dalam bulan ramadhan akan mendapat ganjaran yang begitu besar,bandingkan dengan hadis shahih yang diriwayatkan oleh imam al-bukhari:&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;“Dari abu hurairah ra. Rasulullah saw bersabda: ” Barang siapa yang berpuasa bulan Ramadhan karena beriman kepada Allah dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya (yang kecil) pada masa lalu akan di ampuni.” (HR.Bukhori)&lt;br /&gt;Dalam hadis shahih Bukhori ini, pahala yang dijanjikan kepada orang yang berpuasa selama bulan ramadhan dengan motivasi iman dan ihtisab, hanyalah akan di ampuni dosa-dosanya yang kecil-kecil (shaghair), karena dosa-dosa besar (kabair) tidak dapat diampuni kecuali melalui taubat.&lt;br /&gt;Setelah di teliti dan di takhrij, maka hadis Ramadhan setahun penuh seperti di atas itu ternyata dinyatakan positif sebagai hadis palsu. Kepalsuan itu di karenakan dalam setiap sanadnya terdapat rawi yang bernama Jarir Bin Ayyub Al-Bajali.&lt;br /&gt;Jarir Bin Ayyub Al-Bajali ini dinilai oleh para kritikus hadis sebagai pemalsu hadis, matruk dan munkar. Karenanya, hadis-hadis yang ia riwayatkan disebut hadis palsu, atau minimal matruk dan munkar. Matruk adalah hadis dimana di dalam sanadnya terdapat rawi yang ketika meriwayatkan hadis dituduh sebagai pendusta (muttaham bil kadzib), karena perilaku sehari-harinya dusta. Sedangkan munkar adalah hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang banyak melakukan maksiat atau sangat buruk kualitas hafalannya. Tiga hadis ini, yaitu maudhu’, matruk, dan munkar adalah kualifikasi hadis yang sangat parah kedha’ifannya (dha’if syadid) dan tidak dapat dijadikan hujjah (dalil) untuk amalan apapun, walau untuk fadha’ilul a’mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hadis Tidurnya Orang Berpuasa Itu Ibadah&lt;br /&gt;Tentang hadis yang satu ini, saya memiliki kenangan tersendiri. Ketika di pesantren dulu, Setiap bulan ramadhan, entah kenapa jam tidur kami para santri mendadak bertambah. Apabila biasanya setiap habis sholat subuh kami mengaji Alqur’an atau belajar, ketika bulan ramadhan, kami malah berlomba-lomba kembali tidur begitu selesai sholat subuh. Dan itu kami lakukan karena kami pernah mendengar bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah. Sungguh menyenangkan bukan, tidur, dapat pahala pula.akhirnya tanpa rasa berdosa kami memperbanyak tidur di bulan puasa. Dan itu masih tetap saya lakukan sampai saya menjadi mahasiswa. Sampai suatu ketika, di semester 3, kami mendapat mata kuliah hadis dan di dalamnya di pelajari takhrij hadis, itu termasuk mata kuliah wajib. Jadi meskipun kami Fakultas Tarbiyah, kami juga mendapat mata kuliah hadis dan ilmu hadis.&lt;br /&gt;Suatu hari, karena mendapat mata kuliah hadis dan ilmu hadis, maka saya memutuskan untuk membeli buku-buku ilmu hadis, termasuk buku Hadis-Hadis Bermasalah karangan dosen kami  Prof.KH.Ali Mustafa Yaqub, MA. (guru besar ilmu hadis Institut Ilmu Alqur’an (IIQ) Jakarta) sebagai buku pegangan. Dan ternyata dalam buku tersebut di sebutkan bahwa hadis tentang tidurnya orang berpuasa adalah kualitasnya dha’if (lemah). Mengetahui hal ini, saya jadi tertawa sendiri, mengingat betapa selama ini saya telah menghabiskan begitu banyak waktu saya yang berharga dengan sia-sia karena memperbanyak tidur saat bulan ramadhan, yang seharusnya di isi dengan memperbanyak amal yang bermanfaat. Karena itu saya merasa tertuntut untuk meluruskan pandangan salah tentang tidurnya orang yang berpuasa ini dengan menghadirkan tulisan ini agar dibaca oleh anda sekalian.&lt;br /&gt; Tidak Populer&lt;br /&gt;Hadis tentang tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah itu merupakan hadis populer karena banyak orang yang mengetahuinya. Namun ternyata hadis tersebut tidak tercantum dalam kitab-kitab hadis popular. Hadis tersebut di riwayatkan oleh imam al-baihaqi dalam kitabnya syu’ab al-iman, kemudian dinukil oleh imam al-suyuti dalam kitabnya al-jami al-shaghir.&lt;br /&gt;Teks lengkap hadis tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نوم الصائم عبادة وصمته تسبيح وعمله مضاعف ودعاؤه مستجاب وذنبه مغفور&lt;br /&gt;“ Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.”&lt;br /&gt; Hadis palsu&lt;br /&gt;Menurut imam Al-Suyuti, kualitas hadis ini adalah dha’if (lemah). Bagi orang yang kurang mengetahui ilmu hadis, pernyataan imam Al-Suyuti ini dapat menimbulkan salah paham, sebab hadis dha’if itu secara umum masih dapat di pertimbangkan untuk di amalkan. Sedangkan hadis palsu (maudhu), semi palsu (matruk), dan atau munkar tidak dapat dijadikan dalil untuk untuk beramal sama sekali, walau untuk mendorong amal-amal kebaikan (fadha’ilul a’mal).&lt;br /&gt; Akan tetapi, kesalahpahaman itu akan segera hilang manakala diketahui bahwa hadis palsu dan sejenisnya itu merupakan bagian dari hadis dha’if. Karenanya, suatu saat, hadis palsu juga dapat disebut hadis dha’if. Karena pernyataannya, imam Al-Suyuti mendapat kritik dari para ulama’ karena dianggap tasahul (mempermudah) dalam menetapkan kualitas hadis. Salah satunya adalah dari imam Muhammad Abd. Ra’uf Al-Minawi dalam kitabnya Faidh Al-Qadir yang merupakan syarah (penjelasan) atas kitab Al-Jami’ Al-Shaghir.&lt;br /&gt;Al-Minawi menyatakan bahwa pernyataan Al-Suyuti itu memberikan kesan bahwa imam Al-Baihaqi menilai hadis tersebut dha’if, padahal masalahnya tidak demikian. Imam Al-Baihaqi telah memberikan komentar atas hadis di atas, tetapi komentar imam Al-Baihaqi itu tidak dinukil oleh imam Al-Suyuti. Imam Al-Baihaqi ketika menyebutkan hadis tersebut, beliau memberikan komentar atas beberapa rawi yang terdapat dalam sanadnya.&lt;br /&gt;Menurut imam Al-Baihaqi, di dalam sanad hadis itu terdapat nama-nama seperti Ma’ruf Bin Hisan, seorang rawi yang dha’if, dan Sulaiman Bin ‘Amr Al-Nakha’i, seorang rawi yang lebih dha’if daripada ma’ruf. Bahkan menurut kritikus hadis Al-Iraqi, Sulaiman adalah seorang pendusta.&lt;br /&gt;Al-Minawi sendiri kemudian menyebut menyebut beberapa nama rawi yang terdapat dalam sanad hadis di atas, yaitu Abd Al-Malik Bin Umair, seorang yang sangat dha’if. Namun rawi yang paling parah kedha’ifannya adalah Sulaiman Bin Amr Al-Nakha’i tadi yang dinilai oleh para ulama kritikus hadis sebagai seorang pendusta dan pemalsu hadis. Imam Ahmad Bin Hanbal juga menyatakan bahwa Sulaiman Bin Amr Al-Nakha’i adalah pemalsu hadis.&lt;br /&gt;Keterangan para ulama’ ini cukup  untuk menetapkan bahwa hadis di atas itu palsu.&lt;br /&gt; Beraktifitas Malam Hari&lt;br /&gt;Ternyata, hadis di atas itu telah memberikan dampak yang buruk bagi perilaku masyarakat islam, khususnya di Indonesia. Banyak orang yang berpuasa tidak mau bekerja pada siang hari. Mereka memilih tidur-tidur saja dengan alasan hadis di atas yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.&lt;br /&gt;Memang benar, orang yang berpuasa itu meskipun tidur, ia tetap akan mendapatkan pahala. Tetapi pahala itu di perolehnya lantaran puasanya itu, bukan lantaran tidurnya. Memang, tidur pada siang hari itu akan mendapatkan pahala, apabila hal itu dilakukan agar dapat beraktifitas pada malam hari. Tetapi hal ini tidak ada kaitannya dengan ibadah puasa.&lt;br /&gt;Dan setelah di ketahui bahwa hadis itu palsu, maka mudah-mudahan ia tidak akan beredar dan disebut-lagi di masyarakat, khususnya oleh para da’i dan muballigh. Dan pada gilirannya nanti mereka yang berpuasa akan tetap beraktifitas seperti biasa, tidak berlomba-lomba tidur pada siang hari.&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi hadis hadis bermasalah seputar Ramadhan yang ternyata cukup populer di tengah-tengah masyarakat, diantaranya hadis tentang ramadhan tergantung zakat fitrah, bergembira dengan datangnya ramadhan, dan juga hadis tentang lima perbuatan yang membatalkan puasa, yang ternyata hadis-hadis tersebut statusnya adalah hadis palsu. Namun karena keterbatasan waktu, maka saya belum bisa menyajikannya dalam tulisan ini. Insyaallah di lain waktu saya akan menyampaikan hadis-hadis bermasalah yang lain yang cukup populer di masyarakat namun statusnya dha’if, bahkan bukan termasuk hadis. (Jakarta, 26 Agustus 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji/rujukan: Hadis-Hadis Bermasalah karangan Prof.KH.Ali Mustafa Yaqub.Dosen kami, Guru Besar Ilmu Hadis Institut Ilmu Alqur’an (IIQ) Jakarta.&lt;br /&gt;                                                                                   (http://eljannahraheem.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-6464239308274278224?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/6464239308274278224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=6464239308274278224' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/6464239308274278224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/6464239308274278224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/08/hadis-hadis-bermasalah-seputar-ramadhan.html' title='HADIS-HADIS BERMASALAH SEPUTAR RAMADHAN'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-2511015237552778034</id><published>2008-08-22T15:30:00.000+07:00</published><updated>2008-08-22T15:44:34.700+07:00</updated><title type='text'>MEMBINA DIRI MEMBENTUK PERNIKAHAN SUCI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;By: Taman_Surga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sahabat, setiap kita tentu memiliki keinginan untuk menikah bukan? Walau setiap orang memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda tentang kapan mereka siap untuk menikah. Sesungguhnya, tentang kesiapan pernikahan itu sendiri, memang hanya pribadi kita masing-masing yang mengetahuinya, karena kesiapan pernikahan bukan hanya mencakup kesiapan materi saja, melainkan juga keadaan mental dan kondisi fisik serta psikologis kita sebagai manusia dewasa. Karena itu, hukum menikah juga dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi dan keadaan orang tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Menikah, hukum asalnya adalah mubah, yaitu suatu hal yang diperbolehkan oleh agama untuk dilakukan atau tidak dilakukan. Kemudian menikah juga bisa berhukum sunnah, manakala kita secara fisik, mental maupun materi telah siap untuk menikah dan kita melakukannya dengan niat ibadah, untuk mengikuti sunnah Rasul dan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan seperti zina. Menikah dapat berhukum haram, tatkala menikah dilakukan dengan niat untuk menyakiti pasangannya. Begitu pula menikah menjadi wajib, ketika seseorang secara fisik dan mental telah siap menikah, sedangkan kalau dia tidak menikah bisa menimbulkan kemadhorotan bagi dirinya dan lingkungannya, misalnya dia orang yang tidak bisa menahan nafsunya sehingga kalau tidak menikah dia akan terjerumus pada perzinahan. Orang dengan keadaan seperti ini, menikah menjadi wajib baginya meskipun secara materi dia belum mencukupi/belum siap. Seringkali kita mendapati seorang pemuda yang telah mencapai usia cukup untuk menikah, tetapi dia belum mau menikah, dan lebih memilih pacaran dengan alasan belum “siap”. Tentu belum siap disini maksudnya adalah secara materi, karena secara mental ataupun kondisi kejiwaan dia telah siap untuk itu yang di tandai dengan hubungan pacaran dia dengan seseorang yang menandakan bahwa sesungguhnya dia membutuhkan seseorang untuk berbagi. Islam sendiri tidak mengenal alasan seperti ini. Allah swt telah berfirman dalam Al-qur’an:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ﴿النور:٣٢﴾&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;“ Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. &lt;b&gt;Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;(An-nur/24: 32)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Demikianlah janji Allah kepada hamba-Nya, selama kita yakin bahwa apa yang kita lakukan adalah benar dan niat kita baik, yakinlah bahwa pertolongan Allah akan selalu datang kepada kita, dan janji Allah itu benar adanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sahabat, ketahuilah, sesungguhnya menikah adalah perkara yang sunnah untuk di segerakan. Rasulullah saw, bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Allah melarang kamu tergesa-gesa kecuali dalam tiga hal: pertama memandikan dan menguburkan jenazah, kedua, membayar hutang dan ketiga menikah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Nah, ketika kamu telah siap dan memiliki calon yang tepat, tunggu apa lagi? Segeralah lakukan &lt;i&gt;ta’aruf&lt;/i&gt; dan meminta pertimbangan dari orang tua. Setelah semua selesai, jangan tunggu lebih lama untuk menentukan tanggal dan hari pernikahan. Bukankah niat baik harus segera di segerakan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Satu hal yang mungkin sering kita lupakan, islam tidak mengenal istilah pacaran, ataupun tunangan, tetapi kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di perbolehkan untuk mengenal calon istri atau calon suami kita lewat ta’aruf. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ta’aruf&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;adalah istilah yang dipakai dalam islam untuk sebuah proses perkenalan sebelum memasuki gerbang pernikahan. &lt;i&gt;Ta’aruf&lt;/i&gt; tentu berbeda dengan pacaran. &lt;i&gt;Ta’aruf&lt;/i&gt; dilakukan untuk mengenal calon pendamping hidup kita lebih jauh, dan &lt;i&gt;ta’aruf&lt;/i&gt; tidak memerlukan waktu yang lama. Sedang pacaran tak ada kejelasan tujuan dan waktu tentang arah hubungan yang dijalin. Sehingga umumnya pacaran berlangsung dalam waktu yang lama dan ketika putus merasa tak ada beban apa-apa. Nah, pada saat &lt;i&gt;ta’aruf&lt;/i&gt; inilah kesempatan kita untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan calon pendamping kita, selama &lt;i&gt;ta’aruf,&lt;/i&gt; jangan malu untuk bertanya tentang apapun yang ingin kita ketahui, dan &lt;i&gt;ta’aruf&lt;/i&gt; tidak terbatas pada calon pendamping hidup kita, kita juga dapat melakukan investigasi pada orang tuanya, pada keluarga dekatnya, pada tetangganya dan juga pada sahabat-sahabat terdekatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sahabat, pernikahan adalah suatu akad yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan dengan akad tersebut menimbulkan hak dan kewajiban antara keduanya. Pernikahan adalah suatu ikatan yang suci, yang di dalamnya merupakan ladang pahala bagi yang menjaga niatnya dan juga bisa jadi sumber dosa bagi yang tak menjaga hak-hak dan kewajiban masing-masing pasangannya. Allah swt. menyebut ikatan pernikahan sebagai &lt;i&gt;mitsaqon ghalidhan&lt;/i&gt;, perjanjian yang kokoh; satu istilah yang hanya di pakai Allah untuk menggambarkan ikatan perjanjian antara Allah dan Rasul-Nya. Begitu kokohnya ikatan pernikahan itu, sehingga mampu mengguncang ‘arsy Allah ketika ikatan itu dicerai beraikan. Terbayang kan, betapa berat dan agungnya ikatan perjanjian pernikahan itu? Karena itu, sebelum menikah, alangkah baiknya kalau sebelum memutuskan untuk menikah, kita semua menata hati kita dulu dan memperbaiki niat kita. Untuk apa kita menikah?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sahabat, Menikah menyempurnakan separuh agama, begitulah diantara sabda rasulullah saw. Akan tetapi tentu tidak semua pernikahan kita membawa kesempurnaan bagi kehidupan agama kita. Hanya ketika kita memilih pendamping hidup yang tepat lah kehidupan pernikahan kita akan membawa kesempurnaan pada kehidupan agama kita. Dan tidak jarang pula sebaliknya, kehidupan pernikahan yang baru kita bina mengurangi intensitas dan integritas ibadah kita. Karena itu, sebelum memutuskan untuk menentukan pilihan, alangkah baiknya kita menentukan kriteria calon pendamping hidup yang ideal untuk kita nantinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Ada lima kapasitas tentang kriteria calon pendamping hidup kita yang harus kita tetapkan, lima kapasitas tersebut merupakan lima dimensi yang perlu dibina terus menerus agar manusia mencapai status &lt;i&gt;insan kamil&lt;/i&gt;, kelima dimensi inilah yang harus kita tetapkan harus ada pada calon pendamping hidup kita. Kelima dimensi tersebut adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dimensi &lt;i&gt;ruhiyah&lt;/i&gt; (spiritual), misalnya, secara ruhiyah kita tetapkan calon pendamping kita adalah laki-laki atau perempuan yang selama 3 tahun terakhir tidak pernah tertinggal shalat berjama’ah di masjid, pandai mengaji dan rajin puasa baik puasa wajib maupun puasa sunnah. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;,&lt;/b&gt; dimensi &lt;i&gt;Aqliyah&lt;/i&gt; (intelektual), misalnya, laki-laki yang nyambung diajak ngobrol oleh menteri sampai sopir bajaj. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; dimensi &lt;i&gt;syu’uriyah&lt;/i&gt; (mental, emosional) misalnya, laki-laki yang lulus di uji daya tahan marahnya berkali-kali alias soaabaaar….tenan. &lt;b&gt;&lt;i&gt;keempat,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dimensi &lt;i&gt;jasadiyah&lt;/i&gt; (fisikal, raga), misalnya laki-laki yang kuat jalan kaki Bogor-Jakarta atau Gresik-Surabaya, tidak pernah di rawat di rumah sakit, dan tidak merokok. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dimensi &lt;i&gt;manfaat&lt;/i&gt; (keterampilan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sahabat, setiap kita mengharapkan, pernikahan kita hanya sekali seumur hidup, tetapi jarang sekali dari kita yang mengerti, bagaimana cara menjaga agar pernikahan kita nantinya bisa berjalan dengan langgeng hingga maut memisahkan. Sehidup semati, begitu pameo yang kita semua dengar tentang arti sebuah kesetiaan. Tapi itu dulu, seiring berlalunya waktu, pameo itu mengalami perubahan makna; sehidup semati, yang satu hidup yang satu mati, begitu kira-kira makna bebas pameo itu sekarang. Karena itu, tak cukup kita berdo’a kepada Allah memohon pasangan sehidup semati, tetapi juga pasangan dunia akhirat. Alangkah bahagianya kita ketika kelak di surga dapat kembali berkumpul dengan belahan jiwa kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Sahabat, yakinlah, tiap kita diciptakan berpasang-pasangan, berapapun usia kita saat ini, calon pendamping hidup kita sudah ada, &lt;i&gt;somewhere&lt;/i&gt;. Allah sang pemilik cinta masih menahannya bertemu dengan kita, untuk menilai dua hal dalam diri kita: &lt;b&gt;&lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; apa saja langkah yang kita lakukan untuk sampai bertemu dan mengikat ikrar dengannya. Apakah langkah-langkah itu sejalan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, atau cara-cara seenak udel kita sendiri, sambil mengutip kiat-kiat yang tak jelas dasarnya dari tabloid infotainment? &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Allah akan menilai bagaimana kita menjalankan cara dan langkah-langkah yang baik itu, apakah dengan cara yang baik, sabar, dan selalu kontak dengan Allah, ataukah dengan cara yang jumawa, merasa semua urusan bisa diselesaikan dengan akal kita yang cerdas, atau kemampuan gaul kita yang luas dan luwes?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Penilaian Allah pada kedua hal tersebut akan menentukan pasangan seperti apa yang akan kita dapatkan nantinya. Jadi makna kalimat &lt;i&gt;“jodoh di tangan Allah”&lt;/i&gt; itu pemahamannya harus dipertajam. Bukan sosok satu orangnya yang sudah ditentukan untuk kita, melainkan, kualitas dan cara kita menemukannya lah yang membawa kita pada ketentuan siapa kandidat calon pendamping hidup kita nantinya. Allah swt. Berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ ﴿النور:٢٦﴾&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka(yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka(yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia(surga).”&lt;/i&gt; (An-nur/24:26)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Begitulah, kata Al-qur’an, pezina untuk pezina, shalihin untuk shalihat, musyrikin untuk musyrikat. Kalau kita cari jodoh di diskotik ya dapatnya dancer, cari jodoh di pasar ya dapatnya pedagang, cari di tempat pesta ya ketemunya party goer, cari di masjid ya ketemunya ahli ibadah. Ssssttt…., cara ketemunya dan niat kita juga menentukan lho, bisa saja misalnya kita cari di masjid, tapi karena cara dan niat kita salah, alih-alih dapat pendamping hidup yang sholeh, bisa-bisa yang di dapat malah maling sandal..!! hehe…..so, masih punya pikiran untuk menunda-nunda pernikahan??? Keciaan deh loo…… (Jakarta,17 agustus 2008 )&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                         &lt;/span&gt;(http://eljannahraheem.blogspot.com)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-2511015237552778034?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/2511015237552778034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=2511015237552778034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/2511015237552778034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/2511015237552778034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/08/membina-diri-membentuk-pernikahan-suci.html' title='&lt;b&gt;MEMBINA DIRI MEMBENTUK PERNIKAHAN SUCI&lt;/b&gt;'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-2795581312686006715</id><published>2008-08-13T09:45:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T09:54:20.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kurban_artikel'/><title type='text'>UDHIYAH (KURBAN DAN AKIKAH)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;oleh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taman_surga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Kurban dan Akikah serta Hukum Keduanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Kurban adalah binatang yang disembelih dengan tujuan ibadah kepada Allah swt. Pada hari raya haji dan tiga hari setelahnya(tanggal 11-13dzulhijjah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hukum kurban&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebagian ulama’ berpendapat bahwa kurban itu wajib, sedangkan sebagian yang lain berpendapat sunnah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alasan/dalil yang berpendapat kurban itu wajib (bagi yang mampu):&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Firman Allah swt.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ﴿٣﴾&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”&lt;/i&gt;(Al-kautsar/108:1-3)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sabda Rasulullah saw.:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;عن ابى هريرة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من وجد سعة فلم يضح فلايقربن مصلانا(رواه احمدوابن ماجه)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah, “Rasulullah saw. Telah bersabda: Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami” &lt;/i&gt;(HR. Ahmad dan Ibnu Majah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alasan/dalil yang berpendapat bahwa kurban hukumnya sunnah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;امرت باالنحروهو سنة لكم(رواه الترمذى)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;”Saya disuruh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyembelih kurban dan kurban itu sunnah bagi kamu”&lt;/i&gt;(HR.Tirmidzi).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Binatang Yang Sah Sebagai Kurban Dan Syarat-Syaratnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Domba yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah      berganti giginya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kambing yang telah berumur dua tahun lebih.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Unta yang telah berumur lima tahun lebih.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sapi, kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sabda Rasulullah saw.: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Dari barra’ bin ‘azib, rasulullah saw. Telah bersabda: “empat macam binatang yang tidak sah dijadikan kurban: (1)rusak matanya, (2)sakit, (3) pincang, (4) kurus yang tidak berlemak lagi.”&lt;/i&gt; (HR. Ahmad, dan dinilai shahih oleh Tirmidzi)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dan hadits Rasulullah saw. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Dari Jabir, Rasulullah saw. Bersabda: janganlah kamu menyembelih untuk kurban kecuali yang musinnah(telah berganti gigi). Jika sukar didapati, maka boleh jaz’ah (yang baru berumur satu tahun lebih) dari biri-biri.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Seekor kambing hanya untuk kurban satu orang, diqiaskan dengan denda meninggalkan wajib haji. Tetapi seekor unta, kerbau, dan sapi boleh untuk kurban tujuh orang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalilnya adalah hadits berikut ini:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Dari jabir, “kami telah menyembelih kurban bersama-sama rasulullah saw. Pada tahun hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Waktu Menyembelih Kurban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Waktu menyembelih kurban adalah mulai dari matahari setinggi tombak pada hari raya haji sampai terbenam matahari tanggal 13 dzulqo’dah(bulan haji).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Rasulullah saw. Bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;من ذبح قبل الصلاةفانمايذبح لنفسه ومن ذبح بعدالصلاةوالخطبتين فقداتم نسكه واصاب سنةالمسلمين(رواه البخاري)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;“Barang siapa menyembelih kurban sebelum shalat hari raya haji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang menyembelih kurban setelah shalat hari raya haji dan dua khutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan islam.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;Yang di maksud dengan shalat hari raya dalam hadits tersebut ialah waktunya, bukan shalatnya, karena mengerjakan shalat tidak menjadi syarat menyembelih kurban.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sunnah tatkala menyembelih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tatkala menyembelih kurban disunnahkan beberapa hal berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;membaca bismillah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;membaca shalawat atas nabi saw.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;takbir (membaca Allahu akbar).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;berdo’a supaya kurban diterima allah swt., seperti:      ya allah, ini perbuatan dari perintah-Mu, saya kerjakan karena-Mu,      terimalah oleh-Mu amalku ini.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;binatang yang di sembelih itu hendaklah dihadapkan ke      kiblat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Nazar Kurban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Apabila seseorang bernazar akan menyembelih kurban, maka hal itu menjadi wajib baginya sebagaimana hukum nazar yang lain, dan ia wajib menyedekahkan semuanya, dan orang yang bernazar tersebut tak boleh memakannya, dan juga tak boleh menjualnya sekalipun hanya kulitnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Kurban Sunnah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Maksudnya adalah tujuan yang dimaksud dalam berkurban ialah untuk menggembirakan fakir miskin di hari raya haji, sebagaimana di hari raya idul fitri mereka digembirakan dengan zakat fitrah. Oleh karena itu, daging kurban yang sunnah hendaklah di sedekahkan, kecuali sedikit, sunnah dimakan oleh yang berkurban. Kurban tidak boleh dijual, sekalipun hanya kulitnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ ﴿الحج:٢٨﴾&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;“ Maka makanlah sebagian darinya, dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”&lt;/i&gt; (Al-hajj:28)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;AKIKAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Akikah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari lahirnya anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Hukum Akikah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hukum akikah adalah sunnah bagi orang yang wajib menanggung nafkah si anak. Untuk anak laki-laki hendaklah disembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan seekor kambing saja. Akikah hendaklah disembelih pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Tetapi kalau tidak dapat boleh juga beberapa hari setelah hari itu, asal anak belum sampai baligh(dewasa).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Rasulullah saw. Bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;الغلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه فى اليوم السابع ويحلق رﺃسه ويسمى(رواه احمدوالترمذي)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;“Anak yang baru lahir menjadi rungguhan (tanggungan) sampai disembelihkan baginya akikah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan di hari itu juga hendaklah dicukur rambut kepalanya dan di beri nama.”&lt;/i&gt; (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Yang di maksud dengan menjadi rungguhan ialah sebagaimana rungguhan yang harus ditebus dengan membayar hutang. Begitu pula anak, di tebus dengan di sembelihnya akikah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan hadits di atas sebagian ulama’ berpendapat bahwa akikah itu wajib di laksanakan. Yang lain berpendapat bahwa seorang anak jika ia meninggal di waktu kecil tidak akan memberi syafa’at kepada orang tuanya apabila orang tuanya tidak melaksanakan akikahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagian ulama juga berpendapat bahwa akikah itu tidak wajib berdasarkan sabda Rasulullah saw.:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;من احب منكم ان ينسك عن ولده فليفعل عن الغلام شاتان مكاﻔﺄتان وعن الجارية شاة (رواه احمدوابوداودوالنسائ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;“Barang siapa di antara kamu ingin beribadah tentang anaknya, maka kerjakanlah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya, dan untuk anak perempuan seekor kambing.”&lt;/i&gt; (HR.Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Binatang Akikah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Binatang yang sah menjadi akikah sama dengan keadaan binatang yang sah untuk kurban, macamnya, umurnya, dan jangan bercacat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kalau hanya menyembelih seekor saja untuk anak laki-laki, hal ini sudah memadai. Daging akikah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu, kemudian di sedekahkan kepada fakir miskin. Orang yang melaksanakan akikah boleh memakan sedikit dari daging akikah sebagaimana kurban, kalau akikah itu sunnah (bukan nazar).sumber fiqih sunnah&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-2795581312686006715?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/2795581312686006715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=2795581312686006715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/2795581312686006715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/2795581312686006715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/08/udhiyah-kurban-dan-akikah.html' title='UDHIYAH (KURBAN DAN AKIKAH)'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6863481797603119236.post-1253569688786990944</id><published>2008-08-05T17:53:00.000+07:00</published><updated>2008-08-05T17:54:47.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan_artikel'/><title type='text'>Pendidikan Anak dalam Islam</title><content type='html'>Dan orang-orang yang berkata : “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”( QS. Al-Furqan : 74 )Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS. At Tahrim: 6 ).“Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo’akannya.”(HR. Muslim, dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;PENDAHULUANSegala puji milik Allah Tuhan semesta alam.Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul termulia, kepada keluarga dan para sahabatnya.Seringkali orang mengatakan: “Negara ini adikuasa, bangsa itu mulia dan kuat, tak ada seorangpun yang berpikir mengintervensi negara tersebut atau menganeksasinya karena kedigdayaan dan keperkasaannya” .Dan elemen kekuatan adalah kekuatan ekonomi, militer, teknologi dan kebudayaan. Namun, yang terpenting dari ini semua adalah kekuatan manusia, karena manusia adalah sendi yang menjadipusat segala elemen kekuatan lainnya. Tak mungkin senjata dapat dimanfaatkan, meskipun canggih, bila tidak ada orang yang ahli dan pandai menggunakannya. Kekayaan, meskipun melimpah, akan menjadi mubadzir tanpa ada orang yang mengatur dan mendaya-gunakannya untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat.Dari titik tolak ini, kita dapati segala bangsa menaruh perhatian terhadap pembentukan individu, pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan warga secara khusus agar mereka menjadi orang yang berkarya untuk bangsa dan berkhidmat kepada tanah air.Sepatutnya umat Islam memperhatikan pendidikan anak dan pembinaan individu untuk mencapai predikat “umat terbaik”, sebagaimana dinyatakan Allah ‘Azza Wa lalla dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dariyang munkar… “. (Surah Ali Imran : 110).Dan agar mereka membebaskan diri dari jurang dalam yang mengurung diri mereka, sehingga keadaan mereka dengan umat lainnya seperti yang beritakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :“Hampir saja umat-umat itu mengerumuni kalian bagaikan orang-orang yang sedang makan berkerumun disekitar nampan.”. Ada seorang yang bertanya: “Apakah karena kita berjumlah sedikit pada masa itu?” Jawab beliau: “Bahkan kalian pada masa itu berjumlah banyak, akan tetapi kalian bagaikan buih air bah. Allah niscaya mencabut dari hati musuh kalian rasa takut kepada kalian, dan menanamkan rasa kelemahan dalam dada kalian”. Seorang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah maksud kelemahan itu?” Jawab beliau: “Yaitu cinta kepada dunia dan enggan mati”.&lt;br /&gt;PERANAN KELUARGA DALAM ISLAMKeluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.Dari sini, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya.Musuh-musuh Islam telah menyadari pentingya peranan keluarga ini. Maka mereka pun tak segan-segan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya. Mereka mengerahkan segala usaha ntuk mencapai tujuan itu. Sarana yang mereka pergunakan antara lain:&lt;br /&gt;1. Merusak wanita muslimah dan mempropagandakan kepadanya agar meninggallkan tugasnya yang utama dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi.&lt;br /&gt;2. Merusak generasi muda dengan upaya mendidik mereka di tempat-tempat pengasuhan yang jauh dari keluarga, agar mudah dirusak nantinya.&lt;br /&gt;3. Merusak masyarakat dengan menyebarkan kerusakan dan kehancuran, sehingga keluarga, individu dan masyarakat seluruhnya dapat dihancurkan.&lt;br /&gt;Sebelum ini, para ulama umat Islam telah menyadari pentingya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: “Ketahuilah, bahwa anak kecil merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang temak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa.”&lt;br /&gt;TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAMBanyak penulis dan peneliti membicarakan tentang tujuan pendidikan individu muslim. Mereka berbicara panjang lebar dan terinci dalam bidang ini, hal yang tentu saja bermanfaat. Apa yang mereka katakan kami ringkaskan sebagai berikut:” Nyatalah bahwa pendidikan individu dalam islam mempunyai tujuan yang jelas dan tertentu, yaitu: menyiapkan individu untuk dapat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tak perlu dinyatakan lagi bahwa totalitas agama Islam tidak membatasi pengertian ibadah pada shalat, shaum dan haji; tetapi setiap karya yang dilakukan seorang muslim dengan niat untuk Allah semata merupakan ibadah.” (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Mu’atstsirat as Salbiyah fi Tarbiyati at Thiflil Muslim wa Thuruq ‘Ilajiha, hal. 76.&lt;br /&gt;MEMPERHATIKAN ANAK SEBELUM LAHIRPerhatian kepada anak dimulai pada masa sebelum kelahirannya, dengan memilih isteri yang shalelhah, Rasulullah SAW memberikan nasehat dan pelajaran kepada orang yang hendak berkeluarga dengan bersabda :” Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi” (HR.Al-Bukhari dan Muslim)Begitu pula bagi wanita, hendaknya memilih suami yang sesuai dari orang-orang yang datang melamarnya. Hendaknya mendahulukan laki-laki yang beragama dan berakhlak. Rasulullah memberikan pengarahan kepada para wali dengan bersabda :“Bila datang kepadamu orang yang kamu sukai agama dan akhlaknya, maka kawikanlah. Jika tidak kamu lakukan, nisacayaterjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”Termasuk memperhatikan anak sebelum lahir, mengikuti tuntunan Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga kita. Rasulullah memerintahkan kepada kita:“Jika seseorang diantara kamu hendak menggauli isterinya, membaca: “Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Maka andaikata ditakdirkan keduanya mempunyai anak, niscaya tidak ada syaitan yang dapat mencelakakannya”.&lt;br /&gt;MEMPERHATIKAN ANAK KETIKA DALAM KANDUNGANSetiap muslim akan merasa kagum dengan kebesaran Islam. Islam adalah agama kasih sayang dan kebajikan. Sebagaimana Islam memberikan perhatian kepada anak sebelum kejadiannya, seperti dikemukakan tadi, Islam pun memberikan perhatian besar kepada anak ketika masih menjadi janin dalam kandungan ibunya. Islam mensyariatkan kepada ibu hamil agar tidak berpuasa pada bulan Ramadhan untuk kepentingan janin yang dikandungnya. Sabda Rasulullah :“Sesungguhnya Allah membebaskan separuh shalat bagi orang yang bepergian, dan (membebaskan) puasa bagi orang yang bepergian, wanita menyusui dan wanita hamil” (Hadits riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa’i. Kata Al Albani dalam Takhrij al Misykat: “Isnad hadits inijayyid’ )Sang ibu hendaklah berdo’a untuk bayinya dan memohon kepada Allah agar dijadikan anak yang shaleh dan baik, bermanfaat bagi kedua orangtua dan seluruh kaum muslimin. Karena termasuk do’a yang dikabulkan adalah do’a orangtua untuk anaknya.MEMPERHATIKAN ANAK SETELAH LAHIRSetelah kelahiran anak, dianjurkan bagi orangtua atau wali dan orang di sekitamya melakukan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;1. Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran.Begitu melahirkan, sampaikanlah kabar gembira ini kepada keluarga dan sanak famili, sehingga semua akan bersuka cita dengan berita gembira ini. Firman Allah ‘Azza Wa Jalla tentang kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam bersama malaikat:“Dan isterinya berdiri (di balik tirai lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari lshaq (akan lahir puteranya) Ya ‘qub. ” (Surah Hud : 71).Dan firman Allah tentang kisah Nabi Zakariya ‘Alaihissalam:“Kemudian malaikat Jibril memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu ) Yahya ” (Ali Imran: 39).Adapun tahni’ah (ucapan selamat), tidak ada nash khusus dari Rasul dalam hal ini, kecuali apa yang disampaikan Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam apabila dihadapkan kepada beliau anak-anak bayi, maka beliau mendo’akan keberkahan bagi mereka dan mengolesi langit-langit mulutnya (dengan korma atau madu )” ( Hadits riwayat Muslim dan Abu Dawud).Abu Bakar bin Al Mundzir menuturkan: Diriwayatkan kepada kami dari Hasan Basri, bahwa seorang laki-laki datang kepadanya sedang ketika itu ada orang yang baru saja mendapat kelahiran anaknya. Orang tadi berkata: Penunggang kuda menyampaikan selamat kepadamu. Hasan pun berkata: Dari mana kau tahu apakah dia penunggang kuda atau himar? Maka orang itu bertanya: Lain apa yang mesti kita ucapkan. Katanya: Ucapkanlah:“Semoga berkah bagimu dalam anak, yang diberikan kepadamu, Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dikaruniai kebaikannya, dan dia mencapai kedewasaannya” ( Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Tuhfatul fi Ahkamil Maulud.)&lt;br /&gt;2. Menyerukan adzan di telinga bayi.Abu Rafi’ Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan:“Aku melihat Rasulullah memperdengarkan adzan pada telinga Hasan bin Ali ketika dilahirkan Fatimah” ( Hadits riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi.Hikmahnya, Wallahu A’lam, supaya adzan yang berisi pengagungan Allah dan dua kalimat syahadat itu merupakan suara yang pertama kali masuk ke telinga bayi. Juga sebagai perisai bagi anak, karena adzan berpengaruh untuk mengusir dan menjauhkan syaitan dari bayi yang baru lahir, yang ia senantiasa berupaya untuk mengganggu dan mencelakakannya. Ini sesuai dengan pemyataan hadits:” Jika diserukan adzan untuk shalat, syaitan lari terbirit-birit dengan mengeluarkan kentut sampai tidak mendengar seruan adzan” (Ibid)&lt;br /&gt;3. Tahnik (Mengolesi langit-langit mulut).Termasuk sunnah yang seyogianya dilakukan pada saat menerima kelahiran bayi adalah tahnik, yaitu melembutkan sebutir korma dengan dikunyah atau menghaluskannya dengan cara yang sesuai lalu dioleskan di langit-langit mulut bayi. Caranya,dengan menaruh sebagian korma yang sudah lembut di ujung jari lain dimasukkan ke dalam mulut bayi dan digerakkan dengan lembut ke kanan dan ke kiri sampai merata. Jika tidak ada korma, maka diolesi dengan sesuatu yang manis (seperti madu atau gula). Abu Musa menuturkan:“Ketika aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku datang kepada Nabi, maka beliau menamainya Ibrahim, mentahniknya dengan korma dan mendo’akan keberkahan baginya, kemudian menyerahkan kepadaku”.Tahnik mempunyai pengaruh kesehatan sebagaimana dikatakan para dokter. Dr. Faruq Masahil dalam tulisan beliau yang dimuat majalah Al Ummah, Qatar, edisi 50, menyebutkan: “Tahnik dengan ukuran apapun merupakan mu’jizat Nabi dalam bidang kedokteran selama empat belas abad, agar umat manusia mengenal tujuan dan hikmah di baliknya. Para dokter telah membuktikan bahwa semua anak kecil (terutama yang baru lahir dan menyusu) terancam kematian, kalau terjadi salah satu dari dua hal:a. Jika kekurangan jumlah gula dalam darah (karena kelaparan).b. Jika suhu badannya menurun ketika kena udara dingin di sekelilingnya.”‘&lt;br /&gt;4. Memberi nama.Termasuk hak seorang anak terhadap orangtua adalah memberi nama yang baik. Diriwayatkan dari Wahb Al Khats’ami bahwa Rasulullah bersabda:” Pakailah nama nabi-nabi, dan nama yang amat disukai Allah Ta’ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah” ( HR.Abu Daud An Nasa’i)Pemberian nama merupakan hak bapak.Tetapi boleh baginya menyerahkan hal itu kepada ibu. Boleh juga diserahkan kepada kakek, nenek,atau selain mereka.Rasulullah merasa optimis dengan nama-nama yang baik. Disebutkan Ibnul Qayim dalam Tuhfaful Wadttd bi Ahkami Maulud, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam tatkala melihat Suhail bin Amr datang pada hari Perjanjian Hudaibiyah beliau bersabda: “Semoga mudah urusanmu”Dalam suatu perjalanan beliau mendapatkan dua buah gunung, lain beliau bertanya tentang namanya. Ketika diberitahu namanya Makhez dan Fadhih, beliaupun berbelok arah dan tidak melaluinya.( Ibnu Qayim Al Jauziyah, Tuhfatul Wadud, hal. 41.)Termasuk tuntunan Nabi mengganti nama yang jelek dengan nama yang baik. Beliau pernah mengganti nama seseorang ‘Ashiyah dengan Jamilah, Ashram dengan Zur’ah. Disebutkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan :”Nabi mengganti nama ‘Ashi, ‘Aziz, Ghaflah, Syaithan, Al Hakam dan Ghurab. Beliau mengganti nama Syihab dengan Hisyam, Harb dengan Aslam, Al Mudhtaji’ dengan Al Munba’its, Tanah Qafrah (Tandus) dengan Khudrah (Hijau), Kampung Dhalalah (Kesesatan) dengan Kampung Hidayah (Petunjuk), dan Banu Zanyah (Anak keturunan haram) dengan Banu Rasydah (Anak keturunan balk).” (Ibid)&lt;br /&gt;5. Aqiqah.Yaitu kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh dari kelahirannya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Salman bin Ammar Adh Dhabbi, katanya: Rasulullah bersabda:“Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah gangguan darinya” (HR. Al Bukhari.)Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha,bahwaRasulullah bersabda:“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuan seekor kambing” (HR. Ahmad dan Turmudzi).Aqiqah merupakah sunnah yang dianjurkan. Demikian menurut pendapat yang kuat dari para ulama. Adapun waktu penyembelihannya yaitu hari ketujuh dari kelahiran. Namun, jika tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh boleh dilaksanakan kapan saja, Wallahu A’lam.Ketentuan kambing yang bisa untuk aqiqah sama dengan yang ditentukan untuk kurban. Dari jenis domba berumur tidak kurang dari 6 bulan, sedang dari jenis kambing kacang berumur tidak kurang dari 1 tahun, dan harus bebas dari cacat.&lt;br /&gt;6. Mencukur rambut bayi dan bersedekah perak seberat timbangannya.Hal ini mempunyai banyak faedah, antara lain: mencukur rambut bayi dapat memperkuat kepala, membuka pori-pori di samping memperkuat indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. (Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyatul Auladfil Islam, juz 1.)Bersedekah perak seberat timbangan rambutnya pun mempunyai faedah yang jelas.Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad, dari bapaknya, katanya:“Fatimah Radhiyalllahu ‘anha menimbang rambut Hasan, Husein, Zainab dan Ummu Kaltsum; lalu ia mengeluarkan sedekah berupa perak seberat timbangannya (HR. Imam Malik dalam Al Muwaththa’)&lt;br /&gt;7. Khitan.Yaitu memotong kulup atau bagian kulit sekitar kepala zakar pada anak laki-laki, atau bagian kulit yang menonjol di atas pintu vagina pada anak perempuan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah bersabda:“Fitrah itu lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak” (HR. Al-bukhari, Muslim)Khitan wajib hukumnya bagi kaum pria, dan rnustahab (dianjurkar) bagi kaum wanita.WallahuA’lam.&lt;br /&gt;Inilah beberapa etika terpenting yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh orangtua atau pada saat-saat pertama dari kelahiran anak.Namun, di sana ada beberapa kesalahan yang terjadi pada saat menunggu kedatangannya Secara singkat, antara lain:&lt;br /&gt;A. Membacakan ayat tertentu dari Al Qur’an untuk wanita yang akan melahirkan; atau menulisnya lalu dikalungkan pada wanita, atau menulisnya lalu dihapus dengan air dan diminumkan kepada wanita itu atau dibasuhkan pada perut danfarji (kemaluan)nya agar dimudahkan dalam melahirkan. ltu semua adalah batil, tidak ada dasamya yang shahih dari Rasulullah, Akan tetapi bagi wanita yang sedang menahan rasa sakit karena melahirkan wajib berserah diri kepada Allah agar diringankan dari rasa sakit dan dibebaskan dari kesulitannya Dan ini tidak bertentangan dengan ruqyah yang disyariatkan.&lt;br /&gt;B. Menyambut gembira dan merasa senang dengan kelahiran anak laki-laki, bukan anak perempuan.Hal ini termasuk adat Jahiliyah yang dimusuhi Islam. Firman Allah yang berkenaan dengan mereka:“Apabila seseorang dari merea diberi kabar dengan (kelahiran) anak, perempuan, hitamlah (merah padamlah) matanya, dan dia sangat marah; ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan padanya. Apakah dia akan memeliharannya dengan menanggumg kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang telah mereka lakukan itu”(Surah An Nahl : 58-59).Mungkin ada sebagian orang bodoh yang bersikap berlebihan dalam hal ini dan memarahi isterinya karena tidak melahirkan kecuali anak perempuan. Mungkin pula menceraikan isterinya karena hal itu, padahal kalau dia menggunakan akalnya, semuanya berada di tangan Allah ‘Azza wa lalla. Dialah yang memberi dan menolak. Firman-Nya:Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan kepada siapa yang dia kehendaki-Nya, dan dia menjadikan Mandul siapa yang Dia kehendaki…” (Surah Asy Syura :49-50).Semoga Allah memberikan petunjukkepada seluruh kaum Muslimin.&lt;br /&gt;C. Menamai anak dengan nama yang tidak pantas.Misalnya, nama yang bermakna jelek, atau nama orang-orang yang menyimpang seperti penyanyi atau tokoh kafir. Padahal menamai anak dengan nama yang baik merupakan hak anak yang wajib atas walinya.Termasuk kesalahan yang berkaitan dengan pemberian nama, yaitu ditangguhkan sampai setelah seminggu.&lt;br /&gt;D. Tidak menyembelih aqiqah untuk anak padahal mampu melakukannya. Aqiqah merupakan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, dan mengikuti tuntunan beliau adalah sumber segala kebaikan.&lt;br /&gt;E. Tidak menetapi jumlah bilangan yang ditentukan untuk aqiqah. Ada yang mengundang untuk acara aqiqah semua kenalannya dengan menyembelih 20 ekor kambing, ini merupakan tindakan berlebihan yang tidak disyariatkan. Ada pula yang kurang dari jumlah bilangan yang ditentukan, dengan menyembelih hanya seekor kambing untuk anak iaki-laki, inipun menyalahi yang disyariatkan. Maka hendaklah kita menetapi sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wasalam tanpa menambah ataupun mengurangi.&lt;br /&gt;F. Menunda khitan setelah akil baligh.Tradisi ini dulu terjadi pada beberapa suku, seorang anak dikhitan sebelum kawin dengan cara yang biadab di hadapan orang banyak.Itulah sebagian kesalahan, dan masih banyak lainnya. Semoga cukup bagi kita dengan menyebutkan etika dan tata cara yang dituntunkan ketika menerima kelahiran anak. Karena apapun yang bertentangan dengan hal-hal tersebut, termasuk kesalahan yang tidak disyariatkan. (Disarikan dari kitab Adab Istiqbal al Maulud fil Islam, oleh ustadz Yusuf Abdullah al Arifi)&lt;br /&gt;MEMPERHATIKAN ANAK PADA USIA ENAM TAHUN PERTAMAPeriode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama) merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak pada periede ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengannyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa. (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Muatstsirat as Salbiyah.)Karena itu, para pendidik perlu memberikan banyak perhatian pada pendidikan anak dalam periode ini.Aspek-aspek yang wajib diperhatikan oleh kedua orangtua dapat kami ringkaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Memberikan kasih sayang yang diperlukan anak dari pihak kedua orangtua, terutama ibu.Ini perlu sekali, agar anak belajar mencintai orang lain. Jika anak tidak merasakan cintakasih ini,maka akan tumbuh mencintai dirinya sendiri saja dan membenci orang disekitamya. “Seorang ibu yang muslimah harus menyadari bahwa tidak ada suatu apapun yang mesti menghalanginya untuk memberikan kepada anak kebutuhan alaminya berupa kasih sayang dan perlindungan. Dia akan merusak seluruh eksistensi anak, jika tidak memberikan haknya dalam perasaan-perasaan ini, yang dikaruniakan Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya dalam diri ibu, yang memancar dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan anak.” (Muhammad Quthub,Manhaiut Tarbiyah Al Islamiyah, juz 2.)Maka sang ibu hendaklah senantiasa memperhatikan hal ini dan tidak sibuk dengan kegiatan karir di luar rumah, perselisihan dengan suami atau kesibukan lainnya.&lt;br /&gt;2. Membiasakan anak berdisiplin mulai dari bulan-bulan pertama dari awal kehidupannya.Kami kira, ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Telah terbukti bahwa membiasakan anak untuk menyusu dan buang hajat pada waktu-waktu tertentu dan tetap, sesuatu yang mungkin meskipun melalui usaha yang berulang kali sehingga motorik tubuh akan terbiasa dan terlatih dengan hal ini.Kedisiplinan akan tumbuh dan bertambah sesuai dengan pertumbuhan anak, sehingga mampu untuk mengontrol tuntutan dan kebutuhannya pada masa mendatang.&lt;br /&gt;3. Hendaklah kedua orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak dari permulaan kehidupannya.Yaitu dengan menetapi manhaj Islam dalam perilaku mereka secara umum dan dalam pergaulannya dengan anak secara khusus. Jangan mengira karena anak masih kecil dan tidak mengerti apa yang tejadi di sekitarnya, sehingga kedua orangtua melakukan tindakan-tindakan yang salah di hadapannya. Ini mempunyai pengaruh yang besar sekali pada pribadi anak. “Karena kemampuan anak untuk menangkap, dengan sadar atau tidak, adalah besar sekali. Terkadang melebihi apa yang kita duga. Sementara kita melihatnya sebagai makhluk kecil yang tidak tahu dan tidak mengerti. Memang, sekalipun ia tidak mengetahui apa yang dilihatnya, itu semua berpengaruh baginya. Sebab, di sana ada dua alat yang sangat peka sekali dalam diri anak yaitu alat penangkap dan alat peniru, meski kesadarannya mungkin terlambat sedikit atau banyak.Akan tetapi hal ini tidak dapat merubah sesuatu sedikitpun. Anak akan menangkap secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran puma, dan akan meniru secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran purna, segala yang dilihat atau didengar di sekitamya.” (Ibid.)&lt;br /&gt;4. Anak dibiasakan dengan etiket umum yang mesti dilakukan dalam pergaulannya.Antara lain: (Silahkan lihat Ahmad Iuuddin Al Bayanuni,MinhajAt TarbiyahAsh Shalihah.)&lt;br /&gt;” Dibiasakan mengambil, memberi, makan dan minum dengan tangan kanan. Jika makan dengan tangan kiri, diperingatkan dan dipindahkan makanannya ke tangan kanannya secara halus.&lt;br /&gt;” Dibiasakan mendahulukan bagian kanan dalam berpakaian. Ketika mengenakan kain, baju, atau lainnya memulai dari kanan; dan ketika melepas pakaiannya memulai dari kiri.&lt;br /&gt;” Dilarang tidur tertelungkup dandibiasakan ·tidur dengan miring ke kanan.&lt;br /&gt;” Dihindarkan tidak memakai pakaian atau celana yang pendek, agar anak tumbuh dengan kesadaran menutup aurat dan malu membukanya.&lt;br /&gt;” Dicegah menghisap jari dan menggigit kukunya.&lt;br /&gt;” Dibiasakan sederhana dalam makan dan minum, dan dijauhkan dari sikap rakus.&lt;br /&gt;” Dilarang bermain dengan hidungnya.&lt;br /&gt;” Dibiasakan membaca Bismillah ketika hendak makan.&lt;br /&gt;” Dibiasakan untuk mengambil makanan yang terdekat dan tidak memulai makan sebelum orang lain.&lt;br /&gt;” Tidak memandang dengan tajam kepada makanan maupun kepada orang yang makan.&lt;br /&gt;” Dibiasakan tidak makan dengan tergesa-gesa dan supaya mengunyah makanan dengan baik.&lt;br /&gt;” Dibiasakan memakan makanan yang ada dan tidak mengingini yang tidak ada.&lt;br /&gt;” Dibiasakan kebersihan mulut denganmenggunakan siwak atau sikat gigi setelah makan, sebelum tidur, dan sehabis bangun tidur.&lt;br /&gt;” Dididik untuk mendahulukan orang lain dalam makanan atau permainan yang disenangi, dengan dibiasakan agar menghormati saudara-saudaranya, sanak familinya yang masih kecil, dan anak-anak tetangga jika mereka melihatnya sedang menikmati sesuatu makanan atau permainan.&lt;br /&gt;” Dibiasakan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengulanginya berkali-kali setiap hari.&lt;br /&gt;” Dibiasakan membaca “AZhamdulillah” jika bersin, dan mengatakan&lt;br /&gt;“Yarhamukallah” kepada orang yang bersin jika membaca “Alhamdulillah”.&lt;br /&gt;” Supaya menahan mulut dan menutupnya jika menguap, dan jangan sampai bersuara.&lt;br /&gt;” Dibiasakan berterima kasih jika mendapat suatu kebaikan, sekalipun hanya sedikit.&lt;br /&gt;” Tidak memanggil ibu dan bapak dengan namanya, tetapi dibiasakan memanggil dengan kata-kata: Ummi (Ibu), dan Abi (Bapak).&lt;br /&gt;” Ketika berjalan jangan mendahului kedua orangtua atau siapa yang lebih tua darinya, dan tidak memasuki tempat lebih dahulu dari keduanya untuk menghormati mereka.&lt;br /&gt;” Dibiasakan bejalan kaki pada trotoar, bukan di tengah jalan.&lt;br /&gt;” Tidak membuang sampah dijalanan, bahkan menjauhkan kotoran darinya.” Mengucapkan salam dengan sopan kepada orang yang dijumpainya dengan mengatakan “Assalamu ‘Alaikum” serta membalas salam orang yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;” Diajari kata-kata yang benar dan dibiasakan dengan bahasa yang baik.&lt;br /&gt;” Dibiasakan menuruti perintah orangtua atau siapa saja yang lebih besar darinya, jika disuruh sesuatu yang diperbolehkan.&lt;br /&gt;” Bila membantah diperingatkan supaya kembali kepada kebenaran dengan suka rela, jika memungkinkan. Tapi kalau tidak, dipaksa untuk menerima kebenaran, karena hal ini lebih baik daripada tetap membantah dan membandel.&lt;br /&gt;” Hendaknya kedua orangtua mengucapkan terima kasih kepada anak jika menuruti perintah dan menjauhi larangan. Bisa juga sekali-kali memberikan hadiah yang disenangi berupa makanan, mainan atau diajak jalan-jalan.&lt;br /&gt;” Tidak dilarang bermain selama masih aman, seperti bermain dengan pasir dan permainan yang diperbolehkan, sekalipun menyebabkan bajunya kotor. Karena permainan pada periode ini penting sekali untuk pembentukan jasmani dan akal anak.&lt;br /&gt;” Ditanamkan kepada anak agar senang pada alat permainan yang dibolehkan seperti bola, mobil-mobilan, miniatur pesawat terbang, dan lain-lainnya. Dan ditanamkan kepadanya agar membenci alat permainan yang mempunyai bentuk terlarang seperti manusia dan hewan.&lt;br /&gt;” Dibiasakan menghormati milik orang lain, dengan tidak mengambil permainan ataupun makanan orang lain, sekalipun permainan atau makanan saudaranya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6863481797603119236-1253569688786990944?l=eljannahraheem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/feeds/1253569688786990944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6863481797603119236&amp;postID=1253569688786990944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/1253569688786990944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6863481797603119236/posts/default/1253569688786990944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eljannahraheem.blogspot.com/2008/08/pendidikan-anak-dalam-islam.html' title='Pendidikan Anak dalam Islam'/><author><name>TAMAN_SURGA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970336311222431170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
